SUMEDANG, W+62.com– Ubi Cilembu dikenal luas dengan rasa manis legitnya yang menyerupai madu, terutama saat dipanggang. Selain cita rasa khasnya, ubi asal Sumedang ini juga kaya nutrisi dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.
Suasana di lahan pertanian ubi Cilembu di Dusun Ciledug RT 01 RW 05, Desa Suksirnarasa, Kecamatan Rancakalong, terlihat para petani sedang menata dan membersihkan rumput di sekitar tanaman. Aktivitas ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil panen.
Salah satu petani, Engkos Kosasih, mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni pertanian ubi Cilembu selama hampir 12 tahun. Ia menggarap lahan seluas 100 bata, sementara total lahan yang ditanami ubi oleh warga Dusun Ciledug mencapai sekitar 4 hektare.
“Dari pembibitan sampai panen memerlukan waktu sekitar lima bulan. Kalau hasilnya bagus, dari 100 bata bisa menghasilkan 2 ton ubi, kalau kurang bagus sekitar 1,5 ton,” ujarnya, Rabu. (6/8/2025).
Engkos menambahkan, harga jual ubi Cilembu saat ini berkisar Rp6.000 per kilogram, langsung diterima oleh tengkulak atau bandar. Untuk pemupukan, petani membeli pupuk di toko dengan harga sekitar Rp280 ribu per 50 kilogram, yang dinilainya masih cukup terjangkau.
Namun, kendala kerap muncul ketika penyerapan pasar menurun atau saat kadar air dalam tanah kurang. “Kalau banyak air, hasilnya bagus. Biasanya ubi disiram seminggu sekali,” jelasnya.
Meski kondisi ekonomi tidak selalu menentu, Engkos bersyukur peminat ubi Cilembu tetap tinggi. Bahkan, ada tengkulak yang sudah membeli hasil panen sejak sebelum dipetik.
Ia pun berharap pemerintah dapat membantu menyediakan pupuk berkualitas dengan harga yang lebih murah, demi kesejahteraan para petani.
Ubi Cilembu terus menjadi kebanggaan Sumedang, bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga berkat tangan-tangan terampil para petani yang merawatnya dengan penuh dedikasi.***
