Berita Terkini

Ratusan Orang di Sumedang Mulai Ikuti Program Kaya Dari Membaca Lewat Aplikasi DBC

oppo_1026

SUMEDANG, W+62.com- Dream Book City (DBC) Culture Media terus melakukan ekspansi dengan melakukan berbagai kegiatan yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama memiliki tambahan penghasilan sekaligus menggairahkan minat baca.

Bertempat di Emaki Hotel Jatinangor Sumedang, Jawa Barat ratusan warga Sumedang wilayah barat mengikuti acara yang digelar oleh DBC Sumedang pada Minggu (9/2/2025).

Dalam kegiatan itu, tampak sejumlah Kepala Desa dari Kecamatan Pamulihan dan sekitarnya mengikuti pertemuan tersebut. Mereka berharap mendapatkan pencerahan atas ajakan Kepala Desa Pamulihan, Ujang Sulaeman.

Pertemuan yang dihadiri oleh ratusan orang itu, menghadirkan motivator program DBC, Nanang yang memberikan testimoni kepada sejumlah undangan. Ia menyampaikan pengalamannya selama menjadi karyawan DBC, hingga menghasilkan uang perhari hingga jutaan rupiah.

Sementara itu, Kades Pamulihan, Ujang Sulaeman juga kembali mempresentasikan program DBC dan teknis rekrutmen karyawan DBC. Ia mengatakan, semua profesi mengandung risiko. Termasuk menjadi karyawan DBC.

“Saya pun sama seperti bapak dan ibu pada awalnya, ragu terhadap aplikasi DBC. Namun saat mencoba, Alhamdulillah saat ini keanggotaan saya sudah level 5 (D5),” ungkapnya.

Padahal, sambung Kades, dua bulan lalu dirinya masih di level D3 dengan uang penyertaan sebesar Rp 3,5 juta. Dari uang daftar menjadi karyawan DBC itu, dirinya mengikat kontrak selama 1 tahun.

Sejumlah undangan dan seluruh karyawan DBC saat melakukan foto bersama di Acara Rekrutmen Karyawan DBC di Emaki Jatinangor Hotel Sumedang, Minggu (9/2/2025)

“Saya tegaskan, semua usaha memiliki risiko, jadi Kades ada risiko, jadi PNS ada risiko, jadi pengusaha pun ada risiko,” katanya.

Mengurangi Kemiskinan dan Angka Pengangguran 

Kades Pamulihan itu mengaku dengan modal pinjaman dan mau mengambil risiko dengan mendaftar menjadi karyawan DBC, saat ini sudah mampu menghasilkan tambahan penghasilan.

Dalam kesempatan itu pula, Ujang Sulaeman memperlihatkan jumlah penghasilan yang ia dapatkan kepada sejumlah undangan yang hadir. Tentu saja yang melihat sejumlah uang dalam aplikasi DBC miliknya mengaku kagum.

“Mohon maaf bukan saya tidak bersyukur menjadi Kades dengan penghasilan dari penghasilan tetap hanya Rp 3 jutaan. Kini saya bisa membuktikan penghasilan dari DBC jauh lebih dari cukup,” tuturnya.

Pernyataan Kades Pamulihan, Ujang Sulaeman itu membuat sebagian undangan tertarik untuk ikut mendaftar menjadi karyawan DBC. Pada saat itu terjaring ratusan orang mendaftar dengan level yang berbeda.

“Saat ini setelah mendapatkan manfaat dari menjadi karyawan DBC, sebanyak 300 orang warga Desa Pamulihan mengikuti jejak saya. Dan dengan program ini saya yakin akan sejalan dengan program pemerintah yakni menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di desa kami,” tutupnya.**