Berita Terkini
Tak Berkategori  

Rocky Gerung Jadi Narasumber Simposium Peringatan Hari Desa Nasional di Sumedang

SUMEDANG, W+62.com–Dalam rangkaian memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2025, digelar simposium dengan tema “Wujudkan Ketahanan Pangan, Desa dan Masyarakat Harus Bagaimana?” yang diselenggarakan di GOR Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/1/2025).

Hadir dalam acara itu, Akademisi fenomenal, atau yang sering dijuluki Presiden akal sehat, Rocky Gerung menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan simposium di Peringatan Hari’ Desa Nasional tahun 2025, bersama dengan Sekda Jabar, Herman Suryatman.

Rocky Gerung pada kesempatan itu mengungkapkan kemungkinan adanya evaluasi 100 hari kabinet, dan menambahkan bahwa menurutnya, untuk merawat negara harus dimulai dari desa, serta menyebutkan bahwa Kades lebih penting daripada Kepala Negara.

“Karena itu sangat mungkin akan ada evaluasi oleh Presiden Prabowo dalam 100 hari ke depan, tetapi yang harus menjadi permanen adalah, keinginan kita untuk merawat Republik ini. Republik itu dimulai dari desa, Kepala desa itu lebih penting dari kepala negara,” ungkapnya.

Kades dan Korupsi 

Selain itu, dengan gaya khasnya, ia juga menyinggung tentang masih banyaknya Kepala Desa yang terjerat kasus korupsi dari pengelolaan Dana Desa.

“Tanpa kepala desa, kita nggak tahu apa yang akan diucapkan oleh tetangga saya kepada saya, karena kepala desanya mungkin sedang memakai baju rompi oranye di KPK,” tambahnya.

Rocky Gerung juga menyoroti perkembangan politik di Indonesia. Menurutnya masih ada ketidakonsistenan dalam tubuh kabinet.

“Melihat perkembangan politik yang masih penuh intip-mengintip antar partai, sikut-menyikut antar tokoh, ketidakonsistenan di dalam kabinet,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi, lanjut Rocky, yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah tumbuh sebesar 8%. Ia juga mengajak seluruh rakyat Indonesia agar merawat Republik ini.

“Jadi sekali lagi saya ingin supaya kita merawat republik ini. Republik ini dari awal bertujuan untuk menghasilkan kebaikan bersama, itu dasarnya. Tapi kita mulai cemas, oke ada Pak Prabowo yang ingin supaya ekonomi tumbuh 8%, oke menuju 8%,” tegas Rocky.

Dalam simposium itu, Rocky Gerung sempat protes dengan istilah closing statement. Karena menurutnya, yang benar adalah closing idea.

“Saya agak kurang sepakat dengan istilah closing statement, tapi bagi saya itu adalah closing idea. Kita menyimpulkan bahwa kita mencicil energi kita untuk berpikir dalam keadaan yang memungkinkan kita frustrasi, hari-hari ini kita berada dalam perasaan frustrasi,” katanya.***