BANYUWANGI, W+62.COM – Jagat maya mendadak gempar setelah sebuah video pendek yang menampilkan biduan dangdut berjoget di atas panggung peringatan Isra Miraj viral di media sosial. Insiden yang mencederai kesakralan acara keagamaan ini terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Dalam rekaman tersebut, seorang biduan berpakaian minim tampak asyik bergoyang di depan latar panggung bertuliskan “Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW”. Warganet mengecam keras kontrasnya hiburan tersebut dengan tajuk acara keagamaan, terlebih aksi itu berlangsung saat warga masih memadati lokasi.
Penjelasan Pihak Kepolisian
Aparat kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (16/1/2026) siang hingga sore hari. Polisi mencatat sekitar 100 orang menghadiri acara tersebut berdasarkan hasil pendataan di lapangan. Kini tengah dipantau perkembangan situasi guna meredam kegaduhan di tengah masyarakat.
Klarifikasi Panitia: “Hanya Hiburan Pembersihan Lokasi”
Ketua panitia, Muhammad Hadiyanto, segera angkat bicara untuk meluruskan polemik tersebut. Ia mengklaim bahwa hiburan musik dangdut baru dimulai setelah rangkaian pengajian utama selesai sepenuhnya.
“Musik dangdut itu kami gelar saat para undangan dan tokoh agama sudah pulang. Niatnya hanya untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih lokasi, bukan bagian dari rangkaian resmi Isra Miraj,”
Meski demikian, pihak panitia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dan kegaduhan yang timbul akibat video tersebut.
MUI Banyuwangi Beri Teguran Keras
Menanggapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menyesalkan kejadian tersebut. MUI menilai tindakan panitia telah mencederai marwah dakwah dan nilai-nilai spiritual yang seharusnya melekat pada peringatan Isra Miraj.
Kejadian ini tentunya menjadi pengingat keras bagi penyelenggara acara keagamaan untuk lebih bijak dalam menyusun konten hiburan agar tetap selaras dengan norma dan nilai ibadah.***
