Berita Terkini
Tak Berkategori  

Sumedang Masuk Peringkat Keempat di Jabar, Program Cek Kesehatan Gratis

SUMEDANG, W+62.com–Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Kesehatan terus mengoptimalkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis yang merupakan program nasional dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Program yang semula hanya diperuntukkan bagi warga yang berulang tahun, sejak Maret–April 2025 diperluas cakupannya menjadi layanan gratis untuk seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aan Sugandi, dalam kegiatan Diskusi Grup Terfokus tentang penanggulangan HIV/AIDS di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Selasa (8/7/2025).

“Program ini bertujuan untuk memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kesehatan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Cek kesehatan gratis ini dilakukan oleh Puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan tanpa biaya,” ujar Aan.

Cakupan Berdasarkan Siklus Hidup

Program ini mencakup semua tahapan usia, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak usia sekolah, dewasa, hingga lansia.

Dikatakan Aan, bulan Juli 2025 ini, fokus diarahkan pada anak usia sekolah 6–17 tahun. Pemeriksaan akan dimulai setelah 14 Juli 2025, dengan prioritas peserta dari program Sekolah Rakyat, yang anggotanya terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA dengan jumlah sekitar 150 orang.

“Mereka nanti akan diarahkan ke Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk cek gizi dan lainnya,” lanjut Aan.

Sumedang Naik Peringkat di Jawa Barat

Hasil dari pelaksanaan program ini, ternyata cukup membanggakan. Dalam kurun waktu dua minggu, Kabupaten Sumedang berhasil naik dari peringkat ke-22 menjadi urutan ke-4 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, di atas Sumedang adalah Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Garut.

“Ini berkat dorongan dan komitmen dari Bapak Bupati Sumedang yang menjadikan program ini bagian dari program 100 hari kerja. Insyaallah Sumedang akan terus naik peringkat,” tambahnya.

Target nasional tahun 2025 adalah minimal 36% dari total jumlah penduduk harus menjalani cek kesehatan gratis. Di Sumedang sendiri, target tersebut berarti sekitar 340 ribu jiwa. Hingga saat ini, pencapaian masih di angka 5,57%, namun progresnya sangat cepat.

Laporan Kesehatan di Aplikasi Satu Sehat

Setiap peserta yang menjalani cek kesehatan gratis wajib menyerahkan NIK, nomor HP, tanggal lahir, dan pekerjaan. Hasil pemeriksaan akan muncul dalam rapor digital yang bisa diakses melalui aplikasi Satu Sehat.

“Dari aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengetahui potensi risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan paru akibat merokok, hingga kesehatan jiwa,” ungkap Aan.

Jika ditemukan gangguan kesehatan, peserta akan langsung dirujuk ke Puskesmas sesuai wilayah domisili untuk mendapat penanganan lanjut. “Setiap hasil pemeriksaan akan tercatat di sistem aplikasi Puskesmas, sehingga tidak bisa diperiksa ulang di Puskesmas lain,” tegasnya.

Program Cek Kesehatan Gratis ini akan terus berlangsung hingga Desember 2025, dan berpotensi dilanjutkan di tahun 2026 bila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat.***