Berita Terkini
Budaya  

Sanggar Tari Bina Lestari, Menjaga Eksistensi Budaya Seni Tari dan Kreasi di Sumedang

SUMEDANG, W+62.com- Puluhan anak berlarian di bangunan pendopo Kecamatan Tanjungsari Sumedang. Sementara yang lainnya tengah asyik mengikuti gerakan musik dari sound sistem, mengikuti arahan guru tari.

Suasana itu terjadi setiap Minggu pagi, hingga siang hari, mewarnai aktivitas sebuah sanggar yang sudah berdiri 18 tahun di Tanjungsari Sumedang.

Adalah Lia Nurhayati, pensiunan Kepala Sekolah SD Negeri Ciluluk I di Tanjungsari Sumedang, yang masih eksis mengajarkan berbagai tari klasik dan tari kreasi kepada anak-anak usia TK hingga SMP.

“Ya, untuk jadwal kegiatan Seni Tari, kami lakukan 2 kali seminggu, yakni Kamis siang di UPTD dan Minggu pagi di Pendopo Kecamatan Tanjungsari,” ujarnya.

Lia yang lahir 15 Desember 1963 itu menuturkan perjalanan Sanggar Tari Bina Lestari yang mengalami pasang surut selama 18 tahun.

Pimpinan Sanggar Tari Bina Lestari, Lia Nurhayati

“Sanggar Tari Bina Lestari berdiri 29 September 2006 lalu, Alhamdulillah hingga kini masih eksis membina anak-anak dalam seni tari,” ungkap Lia Nurhayati.

Tak terasa, lanjut Lia, sudah 18 tahun lebih, kami membina anak-anak. Saat ini ada sekira 60 murid sanggar dari berbagai daerah di Tanjungsari.

“Tak terasa, regenerasi pengajar sanggar saat ini dibantu oleh kedua putri saya, Rd. Yosi Nurfajrina dan Rd. Yulprianti Nurul Aini yang juga profesional di bidangnya,” kata Lia.

Eksistensi Budaya

Dituturkan Lia, perkembangan seni tari klasik dan modern mengalami pasang surut, seiring dengan perkembangan masyarakat dan zaman. Menurut Lia, ditengah arus digitalisasi seperti sekarang ini, jurus meyakinkan masyarakat masih sulit.

“Ya anak-anak sekarang lebih tertarik pada gadget dan permainan dengan digital. Sedikit sekali anak yang senang dengan seni tari,”ungkapnya.

Namun, lanjut Lia, tentunya hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya untuk berusaha meyakinkan bahwa seni tari pun ternyata menyenangkan.

Alhamdulillah, pada tanggal 8 Desember 2024 nanti Bina Lestari akan live performance di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dengan menampilkan tari kreasi ‘Rengkak Reaksi,” ujarnya.

Lia mengaku, Tari Rengkak Reak yang akan ditampilkan merupakan kreasi asli dari putrinya. Koreografernya oleh Rd Yosi Nurfajrina dan Komposer M. Gilang Handika.

“Kami bersyukur selama ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kecamatan serta pihak lainnya yang mensupport Sanggar Tari Bina Lestari agar tetap eksis,” katanya.

Harapan terbesar Bina Lestari, tambah Lia, adalah menjaga agar tetap budaya seni tari tetap eksis dan diminati oleh generasi ke generasi.***