Berita Terkini

Pimpinan Asy-Syifaa Wal Mahmuddiyyah Sampaikan Keprihatinan Maraknya Aksi Massa di Tanah Air

SUMEDANG, W +62.COM– Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyiddin AbduL Qodir Almanafi menyampaikan curahan hati yang menyentuh kepada Ibu Pertiwi dalam suatu pengajian rutin di Ponpes Terpadu Internasional Asy-Syifaa pada Sabtu malam (30/8/2025)

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gelombang aksi unjuk rasa terus bermunculan di berbagai wilayah tanah air. Rakyat menyuarakan keresahan mereka atas kondisi ekonomi yang kian menekan, mulai dari harga kebutuhan pokok yang melonjak hingga lapangan kerja yang semakin sulit diperoleh.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dalam pesannya yang penuh keprihatinan, tokoh karismatik asal Sumedang itu menggambarkan betapa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah ruah, namun rakyatnya masih banyak yang hidup dalam penderitaan.

“Wahai Ibu Pertiwi! Wahai Indonesia! Kau teramat indah, tiada bandingannya. Tanahmu subur, kekayaanmu melimpah, tapi kenapa bangsamu masih banyak yang kelaparan, menganggur, dan hidup di bawah garis kemiskinan?” ujarnya dengan nada pilu.

Abuya Muhyiddin menegaskan bahwa seharusnya bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa terkaya dan paling sejahtera di dunia, mengingat sumber daya alam yang dimiliki tak ternilai. Namun, kenyataan justru berbanding terbalik. Ia mempertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas kesenjangan yang terjadi.

Baca Juga  Siap-siap, Seleksi Kompetensi Dasar Calon ASN PPPK Tahap 1 di Sumedang

“Siapa yang sudah berani berbuat ketidakadilan, menyalahgunakan hukum, hingga membuat kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan bangsamu ini?” katanya.

Dalam curahan hatinya, Abuya juga menyinggung makna kemerdekaan yang seakan kehilangan arti, ketika rakyat masih hidup dalam kesusahan.

“Apa arti kekayaanmu yang melimpah jika bangsamu penuh derita seperti ini? Apakah para penjajah baru sudah muncul kembali di punggungmu?” ungkapnya.

Ia mengakhiri pesannya dengan ungkapan duka yang mendalam, menyatakan ikut berkabung atas kondisi bangsa saat ini.

“Saya ikut sedih. Saya ikut berkabung bersamamu. Bendera Merah Putih yang Agung sekarang berkibar setengah tiang. Maafkan, wahai Ibu Pertiwi, saya tidak mampu membelamu. Hanya doa dan air mata yang kupanjatkan,” tutur Abuya Muhyiddin dengan penuh haru.

Baca Juga  Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan Jajal Hiking Gunung Manglayang di Sumedang

Pesan tersebut menjadi refleksi di tengah gelombang aksi protes yang kian meluas, menggambarkan kegelisahan rakyat sekaligus doa agar Indonesia dapat kembali bangkit dari keterpurukan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima