SUMEDANG, W+62.COM– Beranda media sosial dipenuhi sindiran keras menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari para orangtua siswa yang mendapatkan jatah dari mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nilainya kurang dari Rp 10ribu.
Seperti halnya cerita dari orangtua yang menerima jatah MBG untuk anaknya yang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang.
Pagi menjelang siang, wali kelas mengabarkan kepada orangtua siswa atau siswanya lewat pesan WhatsApp Group untuk mengambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah.
“Assalamualaikum, kanggo nu teu lebet sakola dinten ayeuna, diantos di sakola sepuh atanapi murangkalihna kanggo nyandak MBG (buat yang tidak masuk sekolah hari ini, ditunggu di sekolah orangtua atau anaknya untuk bawa MBG),” begitu isi pesan dari wali kelas.
Siang hari, seorang ibu menyuruh anaknya yang kebetulan tak datang ke sekolah dan menyuruh si anak mengambil jatah MBG sesuai perintah ibunya.
Pendeknya, si anak pulang membawa jatah MBG dengan menu yang bikin orang tua “tepok jidat”. Pasalnya seperti yang ramai dibicarakan tentang menu MBG tak boleh kurang dari Rp 10ribu per hari.
“Aduh koq masih ada ya, Mitra SPPG yang berani memberikan menunya seperti ini. Yakin kurang dari Rp.10ribu per paket” ungkap salah satu orangtua siswa SD di Tanjungsari Sumedang pada Senin (22/12/2025).
Coba saja hitung, sambung dia, menu untuk satu minggu ini terdiri dari 4 susu kotak (Clevo), 4 buah Jeruk Mandarin, 2 telur ayam mentah dan juga 1 bungkus roti tawar kecil.
“Saya juga kan lihat di Tiktok nya Gubernur Jabar, Pak KDM, akan menindak dapur MBG yang memberikan menunya kurang dari Rp 10ribu. Bahkan ancamannya bisa di tutup dapurnya,” imbuhnya.
Hampir Sama Dibawah Rp 10ribu
Sementara itu, di sekolah yang lain pun ternyata sama. Menu MBG untuk masa liburan berupa makanan keringan, jika dihitung kurang dari Rp 10ribu per hari.
“Iya betul, ini kurang dari Rp 10ribu. Anak saya juga dapat jatah MBG untuk liburan ini,” ucap salah seorang wali murid di sekolah yang lain.
Menu dari SD Negeri di wilayah Kecamatan Tanjungsari rata-rata jauh dari Rp 10ribu per hari. “Ya saya posting aja di medsos saya. Dan ternyata banyak keluhan yang sama,”katanya.
Dua orangtua siswa SD di tempat yang berbeda mengeluhkan menu MBG untuk masa liburan sekolah ini, cukup mewakili ribuan siswa penerima jatah MBG.
“Bagi saya tak masalah, tapi tentunya masyarakat saat ini sangat peka dengan media sosial tahu informasi yang disampaikan tentang menu MBG ini,” ujarnya.
Jadi kalau dapur mitra SPPG merasa tidak terima hasil review orangtua siswa, tambahnya, boleh berdiskusi dengan para orangtua sambil berhitung nilai pastinya.
“Ya bisa jadi mitra SPPG untung banyak dari menu untuk liburan program MBG ini,” pungkasnya.***
