SUMEDANG, Wplus62.com -– Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang tahun 2026 di Kecamatan Pamulihan mencatatkan sukses besar. Tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan yang khidmat, kompetisi tahunan ini juga berhasil menggerakkan partisipasi aktif masyarakat setempat secara luar biasa.
Ketua Pelaksana MTQ ke-49 sekaligus Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Sumedang, Saeful Amin, menyatakan rasa syukur mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia secara khusus mengapresiasi warga Kecamatan Pamulihan yang tampil totalitas sebagai tuan rumah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ ke-49 berjalan dengan lancar dan sukses. Antusiasme masyarakat Pamulihan selaku tuan rumah sangat luar biasa,” ujar Saeful Amin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Gotong Royong Warga Jadi Kunci
Saeful mengungkapkan bahwa masyarakat Pamulihan memberikan kontribusi besar sejak awal persiapan. Warga bahu-membahu membantu panitia tingkat kabupaten dalam menyiapkan berbagai fasilitas serta sarana dan prasarana pendukung.
“Masyarakat sangat kompak, sangat guyub, dan luar biasa pokoknya untuk Kecamatan Pamulihan. Bantuan mereka sangat membantu kerja panitia,” tambahnya dengan nada optimis.
Camat Pamulihan Terharu dan Bangga
Kesuksesan besar ini pun memantik rasa haru sekaligus bangga dari Camat Pamulihan, Mamad Hadisaputra. Ia memuji habis-habisan sikap gotong royong dan totalitas warganya yang telah memastikan seluruh agenda syiar Islam ini berjalan mulus, sukses, dan tanpa ekses.
“Sebagai Camat, saya merasa terharu dan bangga atas kekompakan dari warga yang tidak sungkan-sungkan menyukseskan acara MTQ ke-49 ini,” ungkap Mamad dengan penuh emosional.
Lebih lanjut, Mamad menegaskan bahwa harmoni yang indah ini tidak tercipta secara instan. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir berkat sinergi kokoh dari berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Pamulihan yang memiliki visi seragam demi nama baik daerah.
“Hal ini tentu tidak lepas dari peran aktif para Kepala Desa (Kades), MUI, alim ulama, serta para santri di Kecamatan Pamulihan yang sejak awal menaruh harapan besar agar kegiatan MTQ ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Gebrakan Baru: MTQ Cinta Lingkungan
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia mengusung tema besar “MTQ Cinta Lingkungan” pada perhelatan ke-49 ini. Melalui tema tersebut, panitia berkomitmen penuh agar kegiatan syiar Islam ini tidak menyisakan masalah baru bagi lingkungan, terutama persoalan sampah yang kerap menjadi momok dalam acara besar.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, pihak Kesra bergerak cepat menjalin kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat kecamatan. Langkah taktis ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mengelola lonjakan volume sampah selama acara berlangsung.
Bahkan, jauh sebelum genderang kompetisi bertalu, panitia telah melakukan gerakan preventif sebagai bukti keseriusan.
“Sebagai komitmen kami untuk melaksanakan MTQ Cinta Lingkungan, kami sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan pemilahan sampah kepada masyarakat sebelum acara dimulai,” tegas Saeful.
Sistem Bergilir Kembali Diterapkan
Selanjutnya, setelah merampungkan kesuksesan di Pamulihan, panitia akan segera menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat kabupaten. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menentukan kecamatan yang akan menjadi tuan rumah pada ajang MTQ berikutnya.
Saeful Amin menjelaskan bahwa Pemkab Sumedang akan mengembalikan sistem penunjukan tuan rumah ke pola lama, yakni sistem bergilir antar-kecamatan setiap tahunnya. Melalui pola ini, setiap wilayah di Sumedang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menghidupkan syiar Quran sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Tahun ini di Kecamatan Pamulihan. Sementara itu, untuk keputusan tuan rumah tahun depan, kami akan memutuskannya secara resmi setelah Rakor LPTQ nanti,” pungkasnya.***













