Berita Terkini

Mencekam! Pria di Tanjungsari Sumedang Mengamuk dengan Sajam, 2 Orang Terluka

Ilustrasi seorang pria paruh baya asal Bojong Margajaya Tanjungsari Sumedang mengamuk dan lukai dua orang
Ilustrasi seorang pria paruh baya asal Dusun Bojong Desa Margajaya, Tanjungsari Sumedang mengamuk dan lukai dua orang

SUMEDANG, Wplus62.com – Suasana mencekam menyelimuti Dusun Bojong Kaler, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada Selasa (24/3/2026) malam. Seorang pria berinisial NK (67) mengamuk membabi buta menggunakan senjata tajam hingga melukai dua orang warga.

Aksi anarkis buruh harian lepas tersebut terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Serangan mendadak ini menyasar anak kandung pelaku sendiri berinisial S (38) serta seorang pelajar berinisial R (17).

Kronologi Kejadian dan Luka Korban

Pelaku menyabetkan senjata tajamnya hingga melukai sela jari tangan kiri S. Akibat luka yang cukup dalam, sang anak harus menerima 11 jahitan. Tak berhenti di situ, pelaku juga menyerang R yang mengakibatkan luka sayatan serius pada bagian betis kaki kanan.

Merespons laporan warga yang panik, jajaran Polsek Tanjungsari langsung terjun ke lokasi untuk meredam situasi.

“Petugas bergerak cepat mengamankan terduga pelaku. Langkah ini kami ambil untuk mencegah tindakan lebih lanjut yang membahayakan nyawa masyarakat,” tegas Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto, mewakili Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, Kamis (26/3/2026).

Diduga Alami Gangguan Jiwa

Proses pengamanan melibatkan personel gabungan dari unsur Samapta, Bhabinkamtibmas, Binmas, hingga Babinsa. Polisi juga langsung mendata saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memperjelas duduk perkara.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, NK diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan. Keluarga mengakui bahwa pelaku kerap menunjukkan perilaku agresif sebelum insiden berdarah ini terjadi.

Guna penanganan lebih lanjut, polisi mengawal pelaku menuju sebuah klinik di wilayah Rancakalong dengan pendampingan keluarga untuk menjalani pemeriksaan medis dan kejiwaan.***