Berita Terkini

Bentengi Generasi Muda dari Judi Online hingga Hoaks, Kesbangpol Sumedang Pasok Ideologi Pancasila ke Mahasiswa UNSAP

Mahasiswa Fisip UNSAP Sumedang mengikuti Sosialisasi Ideologi Pancasila Tahun 2026 dari Kesbangpol Sumedang
Mahasiswa Fisip UNSAP Sumedang mengikuti Sosialisasi Ideologi Pancasila Tahun 2026 dari Kesbangpol Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang bergerak cepat memperkuat benteng moral para generasi muda. Melalui kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila Tahun 2026, Kesbangpol Sumedang merangkul ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas April (UNSAP) di Aula UNSAP Sumedang, Senin (27/7/2026).

Pemerintah daerah memandang langkah ini sangat mendesak. Pasalnya, gempuran era digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menyeret berbagai ancaman nyata bagi anak muda—mulai dari penyebaran hoaks, paham radikalisme, intoleransi, hingga maraknya judi online dan kejahatan asusila.

Oleh karena itu, Kesbangpol Sumedang menggandeng jajaran ahli dari Kodim 0610/Sumedang, Polres Sumedang, serta jajaran akademisi FISIP UNSAP untuk membekali para mahasiswa secara langsung.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Asep Rahmat Hidayat

Mahasiswa sebagai Garda Terdepan

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Asep Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa mahasiswa memegang peran vital sebagai agent of change sekaligus social control.

“Hari ini kami menanamkan pemahaman ideologi Pancasila yang kuat kepada mahasiswa UNSAP. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Asep di lokasi acara.

Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa calon pemimpin masa depan wajib memahami nilai-nilai Pancasila secara utuh. Pemahaman tersebut tidak boleh berhenti di ruang kuliah, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata di tengah masyarakat demi menjaga keutuhan NKRI.

Menangkal Ancaman Digital

Selain membedah wawasan kebangsaan, para narasumber menguliti secara tajam berbagai tantangan riil di dunia maya. Pesatnya teknologi digital kerap menjadi celah empuk bagi penyebaran paham radikal, intoleransi, hingga godaan judi online yang makin meresahkan.

Melihat kondisi tersebut, Asep mendesak para mahasiswa agar lebih bijak dan bertanggung jawab saat berselancar di media sosial.

“Era digital membawa manfaat besar, tetapi tantangannya juga berat. Kami berharap mahasiswa memiliki daya tangkal yang kuat terhadap hoaks, radikalisme, maupun penyimpangan sosial lainnya,” tegasnya.

Program Berkelanjutan

Tak berhenti di Kampus UNSAP, Kesbangpol Kabupaten Sumedang berkomitmen terus menggelar program serupa secara masif dan berkelanjutan. Target edukasi ini mencakup pelajar tingkat SMP, SMA, hingga elemen masyarakat umum.

Di akhir penyampaiannya, Asep menaruh harapan besar agar mahasiswa FISIP UNSAP dapat menjadi mitra strategis pemerintah.

“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya menyerap materi ini untuk diri sendiri, tetapi juga tampil di garis depan dalam menyebarkan semangat persatuan dan kesatuan kepada masyarakat luas,” pungkas Asep.***

Exit mobile version