MAKKAH, Wplus62.com– Perjalanan spiritual yang dinanti seumur hidup akhirnya bermula. Hasanah, jemaah haji asal Dusun Kebonkopi, Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, membagikan kisah inspiratifnya sesaat setelah menapakkan kaki di tanah suci Makkah Al-Mukarramah, Jumat (15/05/2026).
Hasanah, yang tergabung dalam Kloter 29 KJT, menceritakan bahwa rombongannya mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada pukul 22.20 waktu setempat. Meskipun menempuh perjalanan panjang, rona bahagia tetap terpancar dari wajah para jemaah asal Jawa Barat ini.
Menuju Jantung Kota Makkah
Setelah menyelesaikan pemeriksaan paspor dan dokumen imigrasi yang ketat, petugas segera mengarahkan rombongan menuju bus. Hasanah menjelaskan bahwa mereka sempat menunaikan salat Magrib dan Isya secara jama’ qashar di bandara sebelum melanjutkan perjalanan darat.
“Kami tiba di Hotel Hasan Salim Al Jafri, kawasan Misfallah, sekitar pukul 04.00 dini hari waktu Makkah,” ujar Hasanah dengan nada penuh syukur.
Pelaksanaan Umrah Wajib dan Ibadah Mandiri
Tak butuh waktu lama bagi para jemaah untuk beristirahat. Pada Jumat sore pukul 16.00 waktu setempat, Hasanah bersama rombongan KBIHU Multazam di bawah bimbingan KH Asep Fuad Adnan langsung melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram.
Selain mengikuti agenda kelompok, Hasanah yang juga bergabung dengan KBIH Bina Insan sebagai jemaah mandiri, tetap aktif menjalankan ibadah tambahan secara personal. Pada dini hari berikutnya, ia kembali menembus keheningan Makkah untuk mengejar keutamaan ibadah di Baitullah.
“Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 02.30 dini hari. Bus Shalawat nomor 21 mengantar kami sampai Terminal Ajyad, lalu kami berjalan kaki menuju Gate King Abdul Aziz,” tambahnya.
Memaksimalkan Ibadah di Waktu Mustajab
Selama di Makkah, Hasanah memfokuskan kegiatannya pada ibadah-ibadah sunah seperti:
- Qiyamul Lail (salat malam) di pelataran Masjidil Haram.
- Thawaf Sunah mengelilingi Ka’bah.
- Salat Subuh berjamaah untuk meraih pahala yang berlipat ganda.
Hasanah menyebutkan bahwa mayoritas jemaah lebih memilih beribadah pada malam hingga dini hari. Selain menghindari cuaca panas, suasana malam memberikan kekhusyukan tersendiri bagi para tamu Allah dalam memanjatkan doa-doa terbaik mereka.
Kisah Hasanah adalah potret semangat ribuan jemaah haji asal Sumedang yang tengah berjuang meraih predikat haji mabrur di tahun 2026 ini.***













