BANDUNG, W+62.COM – Kota Bandung berselimut rintik gerimis dan suhu yang dingin pada Minggu (11/1/2026). Namun, atmosfer di dalam Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) justru membara. Dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia, Persib Bandung sukses menundukkan rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin biasa. Hasil ini memastikan Maung Bandung resmi menyabet gelar Juara Paruh Musim Super League 2025/26, mengulangi kesuksesan impresif yang mereka torehkan musim lalu.
Gol Kilat Beckham Putra Jadi Pembeda
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Beckham Putra Nugraha meledakkan seisi GBLA. Melalui skema serangan yang rapi, sang gelandang kreatif berhasil menyarangkan bola ke gawang Persija. Gol cepat di menit ke-5 ini terbukti menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang sarat gengsi dan tensi tinggi tersebut.
Dengan hasil ini, Persib Bandung melesat ke puncak klasemen, menggusur Borneo FC.
Drama Kartu Merah dan Kegemilangan Teja Paku Alam
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Pada menit ke-53, Persija harus bermain dengan sepuluh orang setelah Bruno “Tubarao” Nunes De Barros diganjar kartu merah oleh wasit Ko Hyungjin akibat pelanggaran keras terhadap Beckham Putra.
Meski unggul jumlah pemain, Persib tidak lantas menang mudah. Persija yang pantang menyerah sempat menciptakan kemelut di depan gawang pada menit ke-60. Beruntung, Teja Paku Alam menunjukkan kelasnya dengan melakukan double save gemilang yang menjaga kesucian gawang Maung Bandung.
Rotasi Strategi Bojan Hodak
Pelatih Bojan Hodak melakukan sejumlah pergantian taktis untuk menyegarkan aliran bola. Masuknya Ramon “Tanque” De Andrade Souza, Adam Alis, hingga Federico Barba di menit-menit akhir menjaga keseimbangan tim.
Meski Ramon Tanque dan Adam Alis sempat mendapatkan peluang emas untuk menggandakan keunggulan, skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kedisiplinan lini pertahanan yang dikomandoi duet Julio Cesar dan Kakang Rudianto (sebelum diganti) menjadi kunci keberhasilan Persib meredam agresivitas Macan Kemayoran.
“Kemenangan ini adalah buah dari determinasi pemain dan dukungan luar biasa dari puluhan ribu Bobotoh yang memanaskan atmosfer GBLA,”– Catatan tim pelatih.
Kini, Bandung tidak lagi terasa dingin bagi para pendukungnya. Hangatnya status juara paruh musim menjadi kado terindah bagi publik Jawa Barat di awal tahun 2026 ini.***













