SUMEDANG, W+62.com- Bertempat di Yayasan Lemorai (Timor Lorosae) Dusun Babakan Mulya Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Sumedang, Yayasan Al Yakin Sumedang menggelar Hajat Santri Nusantara pada Sabtu (23/2/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah santri dan pimpinan lembaga pesantren dari Yayasan yang ada di Jawa Barat ini, mengambil tema “Doa Bersama untuk Keselamatan dan Kebangkitan Indonesia Raya: dari Sumedang untuk Indonesia”.
Dalam acara Hajat Santri Nusantara itu ditampilkan pula tarian khas Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh para santri Yayasan Al Yakin Sumedang.
Suri Tauladan Pangeran Santri
Ketua Panitia Penyelenggara, Jajang Nasirin mengatakan kegiatan ini sebagai sarana silaturahmi dan menegaskan kembali komitmen kebersamaan diantara para santri se-nusantara. Adapun Hajat Santri Nusantara ini sebagai ungkapan penghargaan kepada pimpinan Yayasan Al Yakin, KH. Hasan Basri RF.

“Hajat Santri ini berbeda dengan Hari Santri yang biasanya diperingati pada 22 Oktober. Hajat Santri Nusantara merupakan yang pertama di Indonesia dan tidak menggunakan dana bantuan APBN maupun APBD,” katanya.
Dalam sambutannya itu Jajang juga menuturkan latar belakang digelarnya Hajat Santri Nusantara di Sumedang. “Ini juga terkait dengan pengaruh dan suri tauladan dari Pangeran Koesoemadinata I atau Pangeran Santri di Sumedang,” ungkapnya.
Dikatakan Jajang, Pangeran Santri yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Sumedang dengan ilmu agama dan Budaya yang dikolaborasikan, sehingga mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini dengan damai.
Pimpinan Al Yakin Lemorai Sumedang
Sementara itu, KH. Hasan Basri RF yang juga Sesepuh Yayasan Al Yakin Lemoray mengaku senang dengan kegiatan yang terlaksana selama dua hari ini, yaitu 22-23 Februari 2025 di tempatnya. Hasan menyebut kegiatan hari pertama pembukaan dan hari kedua akan menampilkan bedah buku karya santri-santri Al Yakin.

“Besok rencananya ada 30 buku dari santri-santri tentang pengalaman mereka yang merupakan eks warga Timor Leste selama menimba ilmu di tanah Jawa Barat yang akan dibedah,”katanya.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dari mulai tingkat Forkopimcam Tanjungsari, Forkopimda Sumedang, Pemda Propinsi Jawa Barat, tokoh pemuda Jawa Barat, tokoh masyarakat adat dan Atase dari Timor Leste.
Dalam sambutannya, Atase Timor Leste, Reberto Sarmento De Olivera menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Al Yakin Sumedang. Menurut Roberto sudah banyak alumni dari Al Yakin yang kini kembali ke Timor Leste.
“Berkat Yayasan Lemorai (Al Yakin) banyak warganya yang berpendidikan dan kini ilmunya dimanfaatkan oleh negara Timor Leste,” ujarnya.
Roberto mengungkapkan penghargaan kepada pemerintah Indonesia atas kerjasama yang telah dibangun khususnya dalam bidang pendidikan.***













