BANDUNG, Wplus62.com – Tim Ditreskrimsus Polda Jabar baru saja membongkar praktik culas pengemasan ulang makanan dan minuman kedaluwarsa di Kabupaten Sumedang. Tersangka berinisial CSP terbukti nekat mengedarkan produk sampah tersebut ke toko kelontong hingga mengolahnya menjadi jajanan anak yang berbahaya.
Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Wirdhanto, membeberkan modus licin tersangka dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026). Tersangka memerintahkan karyawannya untuk menghapus jejak tanggal kedaluwarsa demi mengelabui konsumen.
“Jika masih ada tanggal kedaluwarsa, karyawan akan menghapusnya menggunakan cairan alkohol. Setelah bersih, mereka memisahkan produk ke tempat khusus agar siap jual kembali,” ungkap Wirdhanto.
Modus Operandi: Sulap Limbah Jadi Barang ‘Gres’
Bisnis haram ini berawal saat tumpukan limbah makanan, minuman, hingga popok tiba di gudang milik tersangka. Bukannya memusnahkan seluruh limbah, para karyawan justru menyortir barang-barang tersebut. Mereka hanya membuang produk yang rusak parah, sementara produk yang terlihat masih “mulus” disimpan untuk diedarkan kembali ke pasar.
Kasus ini terendus setelah masyarakat Sumedang curiga dengan peredaran susu kental manis dan yoghurt yang harganya anjlok jauh di bawah standar pasar.
Menanggapi laporan tersebut, polisi langsung menggerebek gudang di Kampung Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, pada 11 Februari 2026. Di lokasi, petugas memergoki tiga karyawan (BS, NM, dan PS) yang tengah asyik menyortir barang retur. Tak hanya makanan, polisi juga menyita produk popok anak dan dewasa yang dikemas ulang menggunakan plastik bening polos.
Waspada! Yoghurt Basi Menjadi Es Lilin Anak-Anak
Temuan yang paling mengejutkan sekaligus memprihatinkan adalah produksi es lilin berbahan yoghurt kedaluwarsa. Tersangka mengemas cairan berbahaya ini ke dalam plastik 250 milimeter dan menjualnya langsung kepada anak-anak serta warga di sekitar gudang.
Wirdhanto menegaskan bahwa tindakan CSP sangat mengancam kesehatan publik. Saat ini, penyidik tengah mendalami kemungkinan produk-produk sampah ini masuk ke dalam rantai pasokan parsel Lebaran.
“Kami mengimbau pengusaha parsel agar tidak membeli barang dari pihak yang tidak jelas asal-usulnya, terutama produk yang terindikasi tidak layak konsumsi,” tegas Wirdhanto.
Tips Aman Belanja Jelang Ramadan
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Polda Jabar meminta masyarakat untuk lebih ekstra teliti. Berikut adalah langkah pencegahannya:
- Cek Fisik Kemasan: Pastikan tidak ada bekas hapusan atau tempelan stiker mencurigakan pada bagian tanggal.
- Harga Tidak Wajar: Jangan tergiur harga yang jauh lebih murah dari harga ritel resmi.
- Laporkan: Segera lapor ke pihak berwajib jika menemukan kejanggalan pada produk pangan.
Kepolisian bersama Satgas Pangan berkomitmen terus memperketat pengawasan peredaran produk di Jawa Barat demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama hari raya.***
