SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang resmi memaparkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BuMDes) Berbudi Tahun Anggaran 2025.
Dalam agenda yang berlangsung di Balai Desa Haurngombong, Senin (16/3/2026) tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi sorotan utama setelah berhasil membukukan performa keuangan yang positif.
Cetak Profit di Tengah Kelolaan Modal Ratusan Juta
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, BUMDes Haurngombong Berbudi sukses mencetak laba bersih sebesar Rp40.053.535. Angka ini terkumpul dari total modal operasional tahun 2025 yang mencapai Rp288.664.000.
Ketua BUMDes Haurngombong, Heni Rohaeni, menjelaskan bahwa pendapatan tersebut bersumber dari lima unit usaha produktif yang dikelola secara aktif, antara lain:
- Unit Warung Desa: Meliputi layanan WiFi desa, persewaan, dan toko makanan ringan.
- Unit Pengelolaan Sarana Air Bersih: Melayani kebutuhan dasar warga.
- Unit Pangan Desa: Berfokus pada sektor pertanian dan peternakan.
- Unit Pengelolaan Sampah: Solusi kebersihan lingkungan desa.
- Unit Pengelolaan Tanah Kas Desa: Optimalisasi aset lahan desa.
“Kami menargetkan pendapatan yang lebih tinggi di masa depan. Tujuannya jelas, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) demi kesejahteraan pengurus dan seluruh masyarakat Haurngombong,” ujar Heni.
Bidik Strategi Ketahanan Pangan dan Makan Bergizi Gratis
Menyongsong tahun 2026, BUMDes Haurngombong mulai menyusun langkah strategis dengan menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat. Heni menyebut program Ketahanan Pangan, Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai peluang emas untuk mendongkrak omzet unit usaha pangan mereka.
Apresiasi Kepala Desa: Barometer Profesionalisme
Kepala Desa Haurngombong, Dadang, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tim pengelola BUMDes. Meski menganggap hasil saat ini belum berada di titik ideal, ia optimistis pengelolaan yang profesional akan menjadi motor penggerak ekonomi warga.
“Penyampaian LPJ ini adalah barometer penting. Kita bisa melihat sehat atau tidaknya sebuah badan usaha dari transparansi laporannya,” tegas Dadang.
Ia meyakini bahwa konsep pengelolaan yang profesional akan mempercepat perwujudan cita-cita kemandirian ekonomi di wilayah Haurngombong. Dengan keberhasilan mengelola unit sampah hingga pangan, desa ini optimis mampu menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Sumedang.***
