Berita Terkini

Sumedang Melaju di Usia 448: Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Pelayanan Prima dan Sinergi Publik

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir kenakan baju adat di Hari Jadi Sumedang ke-448
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir kenakan baju adat di Hari Jadi Sumedang ke-448

SUMEDANG, Wplus62.com – Mengenakan busana adat Sunda yang kental dengan nilai filosofis, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin Upacara Bendera peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448 di Lapangan Upacara PPS, Senin (20/4/2026). Di balik khidmatnya prosesi upacara, Bupati membawa pesan tajam mengenai transformasi pelayanan publik dan penguatan partisipasi masyarakat.

Refleksi dan Evaluasi di Usia Matang

Dalam amanatnya, Bupati Dony menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut usia 448 tahun sebagai titik krusial bagi seluruh warga Sumedang untuk berhenti sejenak dan menengok pencapaian yang ada.

“Hari ini kita patut bangga. Momentum ini menjadi wahana untuk bersyukur kepada Allah SWT, sekaligus refleksi dan evaluasi untuk menentukan arah pembangunan ke depan,” tegas Dony di hadapan peserta upacara.

Mengunci Kepercayaan Publik Melalui Kinerja ASN

Bupati secara spesifik menyoroti peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai mesin penggerak daerah. Ia menuntut para ASN untuk menjadi teladan nyata dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, kepuasan masyarakat adalah indikator utama keberhasilan pemerintah.

Dony berargumen bahwa peningkatan kinerja ASN akan secara otomatis memicu tumbuhnya kepercayaan publik (public trust).

“Jika kepercayaan masyarakat tumbuh, maka partisipasi dalam pembangunan juga akan meningkat. Dari situlah kekuatan Sumedang akan terbangun,” tambahnya dengan nada optimis.

Aksi Nyata: Dari Penghargaan hingga Servis Gratis

Oleh karena itu, guna memeriahkan HJS ke-448, Pemerintah Kabupaten Sumedang tidak hanya menggelar upacara. Selain itu, berbagai agenda sosial dan administratif langsung tancap gas setelah prosesi bendera usai. Langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil dan ketegasan hukum, antara lain:

  • Apresiasi Kinerja: Penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak berprestasi.
  • Akselerasi Infrastruktur: Peresmian proyek-proyek strategis Tahun Anggaran 2025.
  • Penegakan Hukum: Pemusnahan barang bukti rokok ilegal tanpa cukai dan minuman keras.
  • Jaring Pengaman Sosial: Pembagian beras bagi abang becak dan pengemudi ojek online (ojol).
  • Kepedulian Sektoral: Layanan servis gratis bagi motor ojol serta pemberian santunan melalui program “Nyaah Ka Indung”.

Terbuka Terhadap Kritik Konstruktif

Menutup rangkaian pesannya, Bupati Dony menegaskan bahwa dirinya tidak anti-kritik. Sebaliknya, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan saran demi kemajuan daerah.

“Ketika ada kekurangan, mari kita beri masukan yang membangun. Itu bagian dari kecintaan kita terhadap Sumedang,” pungkasnya.

Dengan komitmen introspeksi yang kuat, Pemkab Sumedang optimistis dapat mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga di masa depan.***