SUMEDANG, Wplus62.com -– Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh hanya menjadi agenda rutin tanpa hasil. Sebaliknya, program pembinaan harus melahirkan perubahan nyata yang mendorong usaha lokal naik kelas dan lebih berdaya saing.
Bupati menyampaikan penegasan tersebut saat membuka Pelatihan Manajerial Usaha Forum UMKM Kabupaten Sumedang di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (8/7/2026). Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Forum UMKM Sumedang dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia).
Fokus pada Kemajuan Nyata
Pelatihan ini menghadirkan koordinator Forum UMKM dari 26 kecamatan di seluruh Kabupaten Sumedang. Penyelenggara sengaja merancang acara ini untuk meningkatkan kemampuan manajerial, memperkuat struktur organisasi, sekaligus memacu daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
“Jangan cuma berpindah dari satu pelatihan ke pelatihan lainnya. Namun, berpindahlah dari satu kemajuan ke kemajuan berikutnya, dari satu perubahan ke perubahan berikutnya. Pelaku usaha harus mempraktikkan ilmu yang mereka dapat agar berdampak langsung pada perkembangan bisnis,” tegas Bupati Dony Ahmad Munir.
Oleh karena itu, Bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada Forum UMKM Sumedang yang konsisten menggulirkan program pembinaan. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada CCEP Indonesia yang telah bertahun-tahun mendampingi para pelaku usaha di wilayah Sumedang.
“Saya melihat sendiri hasil nyata dari pembinaan CCEP ini. Banyak UMKM Sumedang yang sekarang berkembang pesat dan berhasil naik kelas. Tentu saja, kolaborasi positif seperti ini harus terus kita pertahankan dan perluas,” imbuhnya.

Kunci Sukses: Ubah Pola Pikir dan Kelola Manajemen
Menurut Bupati, kunci utama kesuksesan usaha terletak pada keberanian untuk berubah. Perubahan tersebut harus menyentuh pola pikir (mindset), sikap, hingga metode kerja yang berbasis pada ilmu dan keterampilan baru.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola usaha memegang peranan yang sangat vital. Pelaku usaha wajib menguasai perencanaan yang matang, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), manajemen keuangan, ketersediaan bahan baku, hingga strategi pemasaran yang profesional.
Oleh sebab itu, Bupati mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperbaiki kemasan (packaging). Di samping itu, mereka juga harus mengoptimalkan pemasaran digital serta memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda).
“Jangan lagi mengeluh soal permodalan karena pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan. Hal yang jauh lebih penting saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan terus berinovasi agar mampu bersaing,” jelasnya.
Akurasi Data untuk Pembinaan Tepat Sasaran
Menyikapi tantangan ke depan, Bupati menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Sumedang untuk segera membenahi sistem pendataan UMKM. Dinas terkait harus mengelompokkan para pelaku usaha berdasarkan tahapan perkembangannya. Langkah ini penting agar program intervensi dan pembinaan selanjutnya bisa berjalan lebih tepat sasaran.
Pada akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat belajar dan tiada henti berinovasi demi mewujudkan UMKM Sumedang yang mandiri dan tangguh.
“Pelatihan ini harus menjadi titik awal perubahan. Ketika pola pikir sudah berubah, kemampuan meningkat, dan inovasi terus berjalan, saya optimistis UMKM Sumedang akan menjadi tulang punggung utama ekonomi daerah kita,” pungkasnya.***













