Berita Terkini

Dramatis! Tim Gabungan Temukan Korban Longsor Sumedang Setelah 20 Jam Tertimbun

Akhirnya korban longsor di Desa Mekarahayu berhasil ditemukan SAR Gabungan saat Evakuasi Longsor Sumedang Selatan
Akhirnya korban longsor di Desa Mekarahayu berhasil ditemukan SAR Gabungan saat Evakuasi Longsor Sumedang Selatan

SUMEDANG, Wplus62.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Pepen, korban yang tertimbun material longsor di Dusun Ciranggon, Desa Mekarahayu, Sumedang Selatan. Personel menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026) sore, setelah operasi pencarian besar-besaran sejak pagi hari.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang pada Rabu (8/4) malam memicu pergerakan tanah dahsyat yang menimbun pemukiman warga. Berikut adalah poin-poin utama dari aksi evakuasi tersebut:

Aksi Cepat Evakuasi di Medan Berlumpur

Sejak pukul 07.00 WIB, aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD Sumedang, Basarnas, Damkar, hingga relawan Fly For Humanity bahu-membahu menjinakkan material longsor. Medan yang curam dan lumpur yang pekat memaksa tim menggunakan strategi khusus.

  • Peralatan: Tim mengerahkan tiga unit alat alkon (pompa air) untuk menyemprot timbunan lumpur.
  • Manual: Warga dan petugas menggunakan cangkul secara intensif untuk membuka akses jalan yang terputus total.
  • Kolaborasi: Komunitas offroad turut terjun membantu mobilisasi di medan yang sulit dijangkau kendaraan standar.

Detik-Detik Penemuan Korban

Setelah berjibaku selama lebih dari tujuh jam di lapangan, tim gabungan membuahkan hasil. Tepat pukul 14.39 WIB, petugas menemukan jasad Pepen di bawah tumpukan material tanah.

Tim Inafis Polres Sumedang dan tenaga medis dari Puskesmas Sumedang Selatan segera mengidentifikasi korban di lokasi. Usai proses evakuasi rampung, petugas menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di TPU Ciranggon.

“Evakuasi ini adalah bukti sinergi nyata antara TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan masyarakat. Alhamdulillah, korban berhasil kami temukan meskipun dalam situasi lapangan yang cukup berat,” ujar Kapolsek Sumedang Selatan, AKP Sukardi, mewakili Kapolres Sumedang.

Peringatan Dini: Sumedang Siaga Bencana

Bencana longsor ini menjadi pengingat keras bagi warga di zona merah. Intensitas hujan yang masih tinggi diprediksi masih akan mengancam wilayah perbukitan Sumedang dalam beberapa hari ke depan.

Kapolsek Sumedang Selatan mengimbau masyarakat untuk:

  • Meningkatkan Kewaspadaan: Terutama bagi warga yang tinggal di lereng bukit saat hujan turun lebih dari dua jam.
  • Pantau Pergerakan Tanah: Segera laporkan jika muncul retakan di tanah atau tembok rumah.
  • Evakuasi Mandiri: Jangan menunggu instruksi jika tanda-tanda alam sudah membahayakan.

“Kami meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah. Kecepatan laporan sangat menentukan keselamatan jiwa,” pungkas AKP Sukardi.***