Wplus62.com – Pagi-pagi benar, tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang rupanya sedang rajin berolahraga. Bukan lari pagi di Alun-alun, melainkan “safari” penggeledahan ke kantor pemerintahan. Dua institusi mentereng, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Kesbangpol Sumedang, mendadak jadi pusat perhatian karena kedatangan tamu tak diundang yang membawa map dan surat tugas.
Jaksa sedang “bersih-bersih” atau memang sedang mencari “harta karun” yang hilang? Yang pasti, langkah agresif Kejari ini sukses bikin suasana di lingkungan Pemkab Sumedang yang biasanya tenang jadi sedikit gerah.
Dishub dan Drama Parkir-PJU
Mari kita tengok urusan di Dinas Perhubungan. Jaksa sedang getol mengulik dugaan korupsi pengelolaan parkir dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Ibarat lampu jalan yang redup, publik tentu bertanya-tanya: ke mana larinya uang koin yang setiap hari kita setor ke juru parkir? Atau kenapa urusan lampu jalan saja bisa masuk radar hukum?
Mantan Kepala Dinas Perhubungan pun sudah dipanggil untuk “curhat” di hadapan penyidik. Publik kini menunggu, apakah ini sekadar salah administrasi atau ada oknum yang mencoba “memarkirkan” uang negara ke kantong pribadi. Jangan sampai masyarakat yang bayar parkir, tapi oknum yang dapat untung “gratisan”.
Kesbangpol: Dari Dokumen ke Dugaan
Tak berhenti di jalan raya, jaksa bergeser ke kantor Badan Kesbangpol. Di sini, suasana makin seru. Tim Kejari menggeledah ruangan demi ruangan, mengangkut tumpukan dokumen yang barangkali berisi jawaban dari teka-teki dugaan penyelewengan dana.
Meski jaksa masih malu-malu menyebut nama tersangka dan dalihnya masih “pendalaman saksi”, gerak cepat penggeledahan ini memberi sinyal kuat: ada yang tidak beres di balik meja-meja birokrasi tersebut. Kita semua tahu, kalau jaksa sudah mulai bongkar-bongkar lemari dokumen, biasanya ada “bangkai” yang baunya mulai tercium keluar.
Rakyat Menonton, Jaksa Beraksi
Kita harus angkat topi buat Kejari Sumedang yang sedang menunjukkan taringnya. Kalimat aktif jaksa dalam mengusut kasus ini memberikan harapan bahwa hukum di Sumedang tidak sedang tidur siang. Masyarakat bosan mendengar kabar pejabat yang hanya pandai berswafoto, tapi gagap saat ditanya soal transparansi anggaran.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan jadi pemeran utama (alias tersangka) dalam drama korupsi kali ini? Apakah akan ada “kejutan” besar dalam waktu dekat, atau kasus ini hanya akan berakhir seperti lampu PJU yang mati-nyala-mati lagi?
Wplus62.com akan terus mengawal “safari” hukum ini. Kita dukung jaksa bekerja tuntas, supaya uang rakyat kembali ke rakyat, bukan berakhir di brankas tersembunyi. Untuk para pejabat, ingatlah pesan ini: lebih baik transparan di kantor daripada “terang-terangan” pakai rompi oranye!***













