Berita Terkini

Nasihat Abuya Muhyiddin Jelang Ramadan 1447 H: Tips Menjaga Pahala dan Kualitas Ibadah

Pimpinan Umum Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir al Manafi (Abuya)
Pimpinan Umum Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir al Manafi (Abuya)

SUMEDANG, Wplus62.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, tradisi munggahan atau botram mulai menyemarakkan berbagai penjuru daerah.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Namun, Pimpinan Umum Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir al Manafi (Abuya), mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada euforia makan-makan semata.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Abuya menjelaskan bahwa esensi munggahan berasal dari kata bungah (bahagia). Menurutnya, umat Islam harus menghadirkan rasa syukur yang mendalam karena berkesempatan bertemu kembali dengan anugerah istimewa dari Allah SWT.

Siaga Satu Amal Saleh

Menyambut bulan penuh ampunan ini, Abuya menginstruksikan umat untuk memasang status “Siaga Satu” dalam beribadah. Ia mendorong jamaah untuk meningkatkan intensitas amal saleh melampaui standar hari biasanya.

“Umat harus memperbanyak ibadah sunah setelah menunaikan yang fardhu. Jauhi hal-hal makruh setelah kita berhasil meninggalkan yang haram,” tegas Abuya dalam pesan menyambut Ramadan 1447 H di Pamulihan.

Beberapa poin penting yang Abuya tekankan untuk mengisi hari-hari Ramadan antara lain:

  • Literasi Al-Qur’an: Meningkatkan frekuensi membaca dan mentadabbur ayat suci.
  • Zikir & Sholawat: Memperbanyak bacaan sholawat masyhur dan doa di waktu mustajab (sahur, puasa, dan berbuka).
  • Makmurkan Masjid: Kaum laki-laki harus memadati masjid dan memulai iktikaf sejak awal bulan, bukan hanya di sepuluh hari terakhir.
Baca Juga  Bupati Dony Ahmad Munir Tuntaskan Polemik Gaji PPPK Rp15 Ribu di Hadapan Insan Pers

Waspada Dosa Media Sosial

Di era digital, Abuya secara khusus menyoroti perilaku netizen. Beliau memperingatkan umat agar berhati-hati dalam memproduksi atau membagikan konten di media sosial.

“Hindari gibah, fitnah, dusta, hingga sumpah palsu yang dapat menghanguskan pahala puasa,” pesannya. Beliau juga menyarankan umat memiliki waktu khusus untuk khalwat atau menyepi guna mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Meluruskan Niat: Puasa Bukan Diet

Abuya juga menyinggung soal kemurnian niat. Beliau meminta umat agar tidak menjadikan puasa sebagai sarana diet atau tujuan duniawi lainnya.

“Niatkan murni menjalankan perintah Allah dan mencari rida-Nya. Jika hati yang kita utamakan, maka urusan dunia akan mengikuti,” jelasnya.

Baca Juga  Akibat Truk Pengangkut Air Rem Blong, Gerbang Tol Ciawi Bogor Porak Poranda

Menutup pesannya, Abuya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mendoakan agar meraih kualitas ibadah terbaik. Ia berharap Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi soal urusan perut, menu buka puasa, atau baju baru, melainkan momentum transformasi hati menuju kesalehan yang hakiki.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima