SUMEDANG, Wplus62.com – Desas-desus kepindahan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, ke Partai Gerindra bukan sekadar soal ganti warna seragam. Di balik hiruk-pikuk politik ini, Sumedang sedang mempertaruhkan urusan ‘perut’ daerah: Anggaran Pusat.
Dalam sebuah acara di Desa Pamulihan pekan lalu, Kang Fajar pernah ngobrol dan meminta saya untuk membujuk Pak Dony pindah “perahu”. Pasalnya, posisi PPP tak memiliki induk di pusat.
Ia menggambarkan dinamika di Gedung Negara, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila (Kang Fajar), memberikan pandangan mendalam mengapa “pindah perahu” ini bisa menjadi kunci keselamatan pembangunan Sumedang.
“Begini, politik itu kan alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Kalau kita bicara jujur, Sumedang tidak bisa hanya mengandalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang terbatas. Kita butuh ‘karpet merah’ ke Jakarta,” ungkapnya.
Wabup Fajar menilai, jika terjadi pindah perahu, setidaknya Sumedang tak akan kesulitan menghadapi kekurangan anggaran untuk pembangunan di Sumedang yang memang sedang perlu-perlunya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur.
“Saya melihatnya secara pragmatis. Pemerintah Pusat sekarang dipimpin oleh Presiden dari Gerindra. Jika Pak Bupati berada di ‘perahu’ yang sama dengan penguasa pusat, komunikasi politik kita untuk menarik anggaran, program strategis, hingga bantuan sosial akan jauh lebih mulus. Kita tidak ingin Sumedang kesulitan hanya karena perbedaan warna,”jelasnya.
Ini bukan soal meninggalkan, sambung Kang Fajar, tapi soal akselerasi. Saya berharap Pak Bupati bisa mengambil keputusan berani ini. Bayangkan, kalau garis koordinasi dari Sumedang ke Pusat satu jalur, kita tidak perlu lagi ‘mengemis’ anggaran dengan birokrasi yang berbelit. Sumedang butuh percepatan pembangunan, dan Gerindra adalah kunci pintunya saat ini.”
Informasi Valid
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Tanjungsari, yang juga mantan anggota DPRD Sumedang, Yudi Wahyudi sebelumnya pernah menyampaikan bahwa akan ada kejutan besar buat Sumedang. Yudi melontarkan pernyataan itu saat merespons pemberitaan Wplus62.com di tengah momentum peringatan HUT PPP beberapa waktu lalu.
“Bupati Dony itu sudah pegang KTA Gerindra. Kalau tak percaya lihat saja nanti,” celetuknya.
Menanggapi hal itu, Yudi Wahyudi menilai itu merupakan lompatan besar bagi Dony Ahmad Munir. “Tak mudah memang untuk pindah “perahu”. Tapi, itu harus dilakukan oleh Kang Dony mengingat keterwakilan PPP di pusat tidak ada,” katanya.
Yudi Wahyudi—yang kini meninggalkan Hanura demi berlabuh di PDIP— mengalami tekanan hebat. Ia tak ingin mengulang sejarah kelam saat partainya yang dulu kehilangan taji di tingkat pusat, yang akhirnya memutus akses bantuan ke daerah.
“Ya saya berharap kejutan ini memang terjadi dan menjadi solusi Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menyikapi minimnya anggaran untuk pembangunan daerah,” pungkasnya.***
