EDITORIAL — Presiden Prabowo Subianto sepertinya sedang tidak bisa tidur nyenyak melihat hal-hal yang berantakan. Setelah sebelumnya “menyerang” penggunaan atap seng yang bikin rakyat serasa dipanggang, kini giliran sampah di pantai Bali yang kena semprot. Dalam Rakornas di Sentul (2/2), Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh cuma menang nama, tapi harus menang rupa!
Misi 1: Perang Melawan Seng (Operasi Anti-Oven)
Presiden Prabowo secara frontal menyebut atap seng sebagai musuh kenyamanan. Beliau memerintahkan proyek ‘Gentengisasi’ nasional karena merasa iba melihat rakyatnya kegerahan.
“Maaf, saya tidak tahu industri aluminium ini dari mana, bikin yang lain saja deh!” ujar beliau dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos. Intinya: Prabowo menginginkan pemandangan udara Indonesia sejuk dipandang dengan genteng, bukan silau oleh seng karatan. Beliau sedang mengubah standar hunian kita dari “yang penting ada atap” menjadi “atap yang manusiawi”.
Misi 2: Bali Jangan Jadi “Lautan Plastik”
Belum selesai urusan atap, Presiden langsung menunjuk hidung para pejabat di Bali. Beliau menuntut aksi nyata, bukan sekadar rapat di hotel ber-AC. Prabowo menginstruksikan Bupati, Dandim, Kapolres, hingga para siswa di Bali untuk turun ke pantai.
Bukan buat berjemur, tapi buat memunguti sampah! Beliau tidak mau mendengar lagi ada turis yang datang ke Bali hanya untuk melihat “pameran plastik”di atas pasir. Presiden mengerahkan seluruh elemen kekuatan di Bali untuk melakukan gerakan pembersihan masif.
Kesimpulan Redaksi: Estetika adalah Harga Mati
Langkah Prabowo ini mengirimkan pesan kuat: Pejabat jangan cuma duduk manis. Kalau di atas kepala rakyat harus pakai genteng yang adem, maka di bawah kaki wisatawan harus ada pasir yang bersih.
Redaksi Wplus62.com melihat ini sebagai paket lengkap “Make Indonesia Beautiful Again”. Presiden sedang memaksa kita keluar dari zona nyaman yang kotor dan gerah. Jika Bupati, Dandim, dan Kapolres sudah mulai memegang sapu di pantai, dan kontraktor mulai memesan jutaan genteng, maka Indonesia 2026 bakal jadi negara yang paling rajin dandan.***
