JAKARTA, W+62.COM– Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengumumkan peluncuran Internet Rakyat, layanan internet 5G berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau pada (11/11/2025) lalu.
Layanan ini dikembangkan oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) SURGE perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden RI Prabowo Subianto.
Program ini menghadirkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis frekuensi 1,4 GHz yang diklaim sebagai sistem Open RAN komersial pertama di dunia.
Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses internet berkecepatan hingga 100 Mbps tanpa perlu infrastruktur serat optik yang mahal.
Kerja sama ini dilakukan antara SURGE, OREX SAI Jepang (gabungan NTT DOCOMO dan NEC Corporation), dan distributor lokal Indonesia.
Pemerintah mendukung penuh inisiatif tersebut melalui penyediaan sumber daya frekuensi strategis dan fasilitas regulasi. Layanan ini akan mulai tersedia secara komersial pada kuartal I 2026, dengan target 4.800 stasiun basis di tahap awal.
Menurut Presiden Direktur SURGE Yune Marketatmo, Internet Rakyat bertujuan menjembatani kesenjangan digital dan memperluas akses konektivitas di seluruh Indonesia dengan tarif flat Rp100.000 per bulan, kecepatan 100 Mbps, tanpa kuota, dan pemasangan gratis.
“Pemerintah telah meluncurkan layanan internet murah berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) bernama Internet Rakyat,”katanya.
Berdasarkan informasi resmi, Internet Rakyat saat ini menyediakan satu paket berlangganan, yakni paket WiFi 30 hari seharga Rp 100.000.
Paket ini menawarkan kombinasi fitur yang kompetitif, dengan akses internet 5G FWA berkecepatan hingga 100 Mbps, kuota unlimited, serta gratis biaya berlangganan pada bulan pertama.
Fair Usage Policy (FUP)
Muncul pertanyaan di masyarakat mengenai apakah layanan ini menerapkan fair usage policy (FUP) seperti kebanyakan paket unlimited lainnya. Menanggapi hal itu, operator Internet Rakyat menegaskan layanan yang disediakan tidak menggunakan FUP.
“Paket yang tersedia Rp 100.000 per bulan dengan kecepatan 100 Mbps unlimited non-FUP,” ujar operator Internet Rakyat.
Sebagai informasi, fair usage policy (FUP) adalah kebijakan yang umum diterapkan penyedia layanan internet untuk menjaga stabilitas jaringan. Pada layanan yang menggunakan FUP, pelanggan yang melewati batas pemakaian wajar biasanya akan mengalami penurunan kecepatan meskipun paketnya diklaim unlimited.
FUP umumnya diberlakukan untuk mencegah penggunaan berlebihan yang dapat membebani jaringan, menghindari penyalahgunaan seperti penggunaan untuk server atau kegiatan torrenting, serta memastikan pemerataan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan.
Sebelumnya, Internet Rakyat diumumkan menggunakan teknologi Open RAN 1,4 GHz dan digagas PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI/Surge) bersama OREX SAI Jepang.
Layanan ini memberikan modem (CPE) gratis tanpa biaya sewa, lengkap dengan boks, panduan penggunaan, dan teknologi OpenWRT. Modem tersebut dilengkapi antena omni 3,5 dBi serta WiFi 5 2×2 (AC1200), sehingga mampu mendukung kebutuhan harian, bekerja dari rumah, kelas online, hingga hiburan digital.
Internet Rakyat menyasar wilayah yang belum terjangkau kabel optik, dengan cakupan awal di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Distribusinya dilakukan melalui PT Telemedia Komunikasi Pratama serta jaringan 26 distributor lokal, membawa misi pemerataan akses digital dan mengurangi kesenjangan internet di Indonesia.
Dengan harga Rp 100.000 per bulan dan fitur yang ditawarkan, Internet Rakyat kini menjadi salah satu opsi menarik bagi masyarakat yang membutuhkan internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kekhawatiran penurunan kecepatan akibat FUP.
Rencananya Internet Rakyat ini akan rilis tahun 2026. Tentunya masyarakat akan menunggu gebrakan jaringan internet yang benar-benar murah dan merakyat.***
