SUMEDANG, W+62.COM– Dibalik kisah heroik raja Koesoemadinata IX yang lebih dikenal Pangeran Kornel yang gagah berani menentang perbudakan dan kerja paksa pada masa penjajahan Belanda di Cadas Pangeran Sumedang, terselip kisah yang tak mungkin dilupakan pula dalam sejarah.
Sebuah kisah yang akan terus dikenang sebagai salah satu drama paling absurd, paling heboh, dan paling dramatis yang pernah terjadi di Sumedang pada 16 November 2021 lalu.
Sebuah kabar hilangnya seorang pria bernama Yana Supriatna, 40 tahun, warga Sumedang Selatan, yang diduga lenyap di jalur paling angker dan mematikan: Cadas Pangeran Sumedang.
BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan dari berbagai daerah, turun ke jurang yang seolah tidak ada ujungnya.
Anjing pelacak mengendus pakaian Yana, menyusuri setiap milimeter tanah basah dan batu licin. Lampu-lampu sorot menembus kabut malam pun dinyalakan hingga drone diterbangkan.
Heningnya Cadas Pangeran pecah selama tiga hari, saat tersiar kabar Yana hilang entah kemana. Segalanya dimulai dari sebuah pesan sederhana kepada sang istri:
“Ayah solat Isya dulu di musola Simpang. Kebetulan ada yang mau ikut nih, searah ke Sumedang.”
Rintihan itu menyebar secepat kilat. Dalam hitungan jam, pesan itu meluas dari WhatsApp keluarga, ke grup RT, ke Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, hingga akhirnya memenuhi seluruh timeline negeri.
Hingga hari ini, orang-orang masih mengingat hari ketika nama Yana berubah dari seorang pria biasa menjadi sosok misterius yang dicari seluruh Jawa Barat.

Sepeda Motor di Bibir Jurang
Tak ada yang aneh, tidak ada firasat buruk. Namun beberapa menit kemudian, sebuah pesan suara menyusul — dan dari sinilah badai dimulai.
Suara Yana terdengar panik, kacau, seperti seseorang yang tengah berlari dari bahaya:
“Aduh Gustiii… dikira bukan orang jahat… Aduh Gustiiii… udah ga kuat…”
Puncak kepanikan terjadi ketika polisi menemukan sepeda motor Honda Supra X, Z 2333 AB milik Yana di tepi jurang curam Cadas Pangeran. Helmnya masih tergantung di motor, bagai ditinggalkan dalam keheningan yang tidak wajar.
Cadas Pangeran bukan tempat biasa—tikungan tajam, turunan curam, gelapnya malam, serta puluhan kecelakaan mematikan menjadi rekam jejak kelam lokasi itu. Cerita-cerita tentang makhluk astral Gunung Kunci sudah menjadi bagian dari udara di sana.
Dan kini, sebuah sepeda motor di bibir jurang seperti menjadi penanda tragedi baru. Ketika Yana menghilang dan ponselnya tidak aktif, rumor mistis mulai menyebar.
Seorang paranormal ikut berbicara, menambah gelombang panik dan ketakutan warga. Semua seolah menyatu: jalur angker, pesan suara mencekam, dan sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja.
Seorang juru kunci Cadas Pangeran mengeluarkan pernyataan yang membuat publik merinding. “Dia dibawa lelembut. Ular besar warnanya kuning. Kalau tiga hari nggak pulang… ikhlaskan saja,” ungkap sang Kuncen.
Orang-orang menangis, berdoa dan bertanya: “Di mana Yana?”
Selama tiga hari, Cadas Pangeran berubah menjadi pusat pencarian terbesar tahun itu.

Terbongkarnya Pengkhianatan
Yana tiba-tiba, hidup dan baik-baik saja. Dan kemudian—sebuah kabar menghantam semua orang, dari Polisi di Cirebon yang menghubungi Polres Sumedang.
“Yana, telah menyerahkan diri, hidup dan sehat. Tidak diculik, tidak jatuh serta tidak dibawa makhluk gaib,”kata Polisi.
Ternyata, Yana tidak sedang berjuang di tepi jurang, Ia tidak melawan penjahat, tapi Yana berada di Cirebon, bersandar nyaman di pelukan istri keduanya, sementara ratusan orang menyisir jurang berbahaya demi mencarinya.
Operasi besar-besaran manusia dihadapkan pada jurang dan mitos, usaha kemanusiaan dan keprihatinan sontak terbantahkan dengan kabar dari polisi.
Ketika ditanya kenapa motornya ditemukan di Cadas Pangeran, alasan Yana terdengar seperti paradoks dari drama nasional yang ia ciptakan.
“Motornya mogok… habis bensin. Setelah itu? Ia naik Elf ke Cirebon, tenang, senyap, tanpa rasa bersalah,”ungkap polisi
Sementara di luar sana, negara nyaris percaya ia telah hilang diseret makhluk astral, menjadi korban begal, atau terjatuh ke jurang terdalam jalur paling angker di Jawa Barat.
Sosok yang berhasil mengguncang aparat, memporakporandakan media sosial, membuat warga panik tiga hari penuh, dan menyeret mitos-mitos Cadas Pangeran kembali ke permukaan.
Belakangan, lewat polisi saat itu menyebutkan, kabar Yana dari keterangan yang diberikannya saat pemeriksaan, membantah menemui istri kedua di Cirebon, yang ada Yana sedang stress akibat masalah keluarga dan pekerjaan.
Terlepas dari tragedi itu, Yana berhasil nge-Prank seluruh negeri. Mematahkan mitos keangkeran Cadas Pangeran ratusan tahun.
Tak heran, mantan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil menjulukinya Yana Van Cadas Pangeran lewat Instagram miliknya.***













