“SMA, SMK bahkan Sarjana lebih banyak yang nganggur daripada lulusan SD, masuk kampus cuma menunda pengangguran selama 4 tahun, jadi sarjana tidak membuat kemungkinan para lulusannya, diterima kerja lebih tinggi, itu FAKTANYA, ITU DATANYA..” (Najwa Sihab)
Pernyataan tajam di atas membuka mata kita tentang realitas dunia pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia.
Ironinya, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan dan kesempatan kerja yang mereka miliki.
Banyak lulusan universitas yang akhirnya harus bersaing bukan hanya dengan sesama sarjana, tetapi juga dengan lulusan SMA dan bahkan SD yang mungkin lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja riil.
Fenomena ini menunjukkan adanya mismatch antara sistem pendidikan dan kebutuhan dunia industri. Kampus sering kali menyiapkan mahasiswa untuk menjadi “pencari kerja”, bukan “pencipta kerja”.
Padahal, dunia berubah cepat, teknologi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif, membuka banyak peluang baru yang tidak selalu membutuhkan ijazah tinggi, tetapi menuntut keterampilan praktis, kreativitas, dan kemampuan adaptasi.
Ketika seseorang memilih kuliah hanya untuk mengejar gelar tanpa disertai kesadaran membangun keahlian, maka empat tahun di kampus bisa menjadi masa penundaan pengangguran yang mahal. Gelar tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan, karena perusahaan kini lebih mencari attitude, skill, dan problem solving ability dibanding sekadar ijazah.
Artinya, bukan pendidikan tinggi yang salah, tetapi sistem dan orientasinya yang perlu direvisi. Dunia pendidikan seharusnya tidak hanya mencetak lulusan akademis, melainkan menumbuhkan mindset wirausaha, kemandirian, dan kemampuan untuk menciptakan peluang kerja, bukan sekadar menunggu lowongan.
Kita hidup di era di mana kemampuan belajar ulang (Relearning), belajar cepat (Fast Learning), dan kemampuan menyesuaikan diri jauh lebih berharga daripada sekadar nilai IPK. Maka, pertanyaan yang lebih penting hari ini bukan lagi “kamu kuliah di mana?”, tetapi “kamu bisa apa?” dan “apa yang sudah kamu hasilkan?”. ***
Penulis : Hendra Nugraha (Ciho), Lahir di Sumedang. Saat ini dikenal sebagai Pengusaha dan penggiat dan motivator UMKM tinggal di Sumedang, Owner CIHO Printshop dan beberapa usaha Kuliner.
