SUMEDANG, W+62.COM– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait Resmikan Sekretariat Pengurus Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kabupaten Sumedang di Perumahan Pondok Maulana, Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Sumedang pada Jumat (22/8/2025).
Kegiatan peresmian sekretariat yang sebelumnya akan dihadiri oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu diwakili oleh Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman.
Rombongan Menteri Perumahan dan Permukiman dan Sekda Provinsi Jawa Barat disambut oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Dandim 0610/Sumedang, Sekda Sumedang dan sejumlah pejabat Pemkab Sumedang lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Cabang PMII Sumedang, Azis Maulana Malik mengungkapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan Maruarar Sirait dalam mewujudkan keinginan PMII Sumedang memiliki sekretariat permanen.
“Dengan diresmikannya gedung sekretariat PMII Sumedang membuat kami tak perlu was-was dengan tagihan sewa gedung sekretariat yang sering telat,”ungkapnya.
Oleh karena itu kami, tambah dia, haturkan terima kasih Bang Ara atas bantuannya kepada PMII Sumedang.

Jangan Biarkan Padam
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengaku bahagia dengan diresmikannya gedung sekretariat PMII cabang Sumedang. Menurutnya, hari ini merupakan sejarah yang sulit dilupakan.
“Ada dua sejarah hari ini, yang kesatu baru pertama kali sekretariat permanen PMII dan yang kedua, diresmikan oleh Bang Ara yang merupakan mantan aktivis GMKI,” katanya.
Sebetulnya, sambung Bupati Sumedang, di lokasi Perumahan Pondok Maulana Jatinangor ini ada empat sekretariat bagi generasi muda. Oleh karena itu, diharapkan sekretariat ini menjadi sebuah rumah gagasan, rumah pergerakan dan ide.
“Sesuai dengan semangat ‘Salam Pergerakan’ yang dikobarkan oleh PMII, saya minta jangan pernah padamkan api semangat itu,”ucap Bupati.
Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Menteri PKP di Sumedang. Kehadiran sekretariat PMII bukan sekadar fasilitas organisasi, tetapi menjadi simbol obor pergerakan mahasiswa yang harus terus menyala.
“Hari ini, tidak hanya meresmikan sekretariat, tetapi menyalakan obor perjuangan. Rumah ini bukan sekadar sekretariat, melainkan rumah gagasan dan rumah pengabdian mahasiswa Sumedang untuk kemajuan daerah,” kata Bupati Dony.
Bupati juga menegaskan, sekretariat ini menjadi sejarah tersendiri. Pertama, karena PMII untuk pertama kalinya memiliki sekretariat permanen. Kedua, sekretariat ini lahir berkat kontribusi seorang alumni GMKI, yaitu Maruarar Sirait, sehingga menjadi simbol kebersamaan kelompok Cipayung yang terdiri dari GMNI, GMKI, dan PMII.
“PMII adalah sekolah kepemimpinan. Di sini para kader akan ditempa menjadi pribadi yang berilmu, kritis, berani, bertanggung jawab, serta siap melahirkan gagasan revolusioner untuk Sumedang dan Indonesia,” katanya.
Harus Melahirkan Terobosan
Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Bang Ara menekankan pentingnya semangat jangan melupakan sejarah (Jas Merah), sekaligus mengajak para aktivis muda untuk menciptakan sejarah baru melalui karya nyata.
“Selain harus menghormati sejarah, sekarang saatnya membuat sejarah. Aktivis tidak cukup hanya berpidato atau turun aksi, tetapi harus melahirkan ide, sistem, dan terobosan yang bermanfaat jangka panjang. Buktikan bahwa kalian mampu memberdayakan seniman, budayawan, dan UMKM yang ada di depan mata kita,” ujar Bang Ara yang juga mantan aktivis GMKI.
Menurutnya, Sumedang memiliki potensi budaya, kuliner, dan pariwisata yang dapat diangkat menjadi kekuatan nasional. Ia mencontohkan ubi Cilembu dan tahu Sumedang yang sudah dikenal luas, namun perlu ditopang dengan konsep marketing, desain, serta dukungan lintas stakeholder agar Sumedang menjadi daerah tujuan belajar sekaligus wisata budaya.
“Mari buat sejarah sehingga 20 tahun ke depan, kalian bisa melihat jejak yang telah ditinggalkan. Bukan hanya ide, tapi karya yang bermanfaat dan bisa dipelajari sepanjang masa,” tegasnya.***













