SUMEDANG, W+62.com– Dalam sambutan di acara Gebyar Muharram ASN Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan prestasi yang diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang sebagai yang terbaik di Indonesia.
Kegiatan Gebyar Muharram ASN Sumedang Mengabdi Pada Negeri dengan menyalurkan bantuan berupa santunan dan paket sembako untuk duafa dan anak yatim, sebanyak 1000 paket.
Penerima santunan dan paket sembako tersebut adalah anak asuh dari SKPD di lingkungan Pemkab Sumedang. Dalam kegiatan ini masing-masing SKPD memberikan 50 penerima, baik dari duafa maupun anak yatim.
“Jadi Baznas Kabupaten Sumedang terbaik dan terbanyak mengumpulkan zakat se-Indonesia. Ini berarti mencerminkan kesadaran dari para ASN, TNI-POLRI untuk membersihkan jiwanya, membersihkan hartanya,” ungkap Bupati Dony dalam sambutan di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang pada Kamis (24/7/2025).
Bupati Sumedang menilai, Baznas Kabupaten Sumedang telah membuktikan secara profesional mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama dan negara.
“Khusus kepada ASN di lingkungan Pemkab Sumedang saya sampaikan terima kasih. Kita lanjutkan, lebih semangat lagi membayar zakat infak dan sedekahnya,” katanya.
Bupati Dony mengingatkan bahwa zakat itu sesungguhnya dapat mencegah datangnya musibah. Oleh karena itu, ia berharap ini menjadi sebuah pembiasaan dan budaya di ASN agar terhindar dari musibah.
Tertib Administrasi dan Pelaporan
Menanggapi hal itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafaz mengaku termotivasi atas apresiasi yang disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dalam acara Gebyar Muharram ASN Sumedang Mengabdi Pada Negeri kali ini.
Dijumpai usai acara, Ketua Baznas Sumedang menyebutkan hal itu tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas antara ASN lingkungan Pemkab Sumedang dengan Baznas Kabupaten Sumedang.
“Ini merupakan program kolaborasi dan sinergitas ASN dan Baznas dalam pengelolaan zakat infak dan sedekah secara profesional, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Dikatakan Ketua Baznas Sumedang, kunci dari keberhasilan sebagai Pengelola zakat infak dan sedekah terbaik se-Indonesia ini adalah tidak terlepas dari administrasi yang baik, yang dilakukan jajaran Baznas Kabupaten Sumedang.
“Upaya administrasi dan pelaporan yang profesional dan transparan dilakukan dengan aplikasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas,” tutur Ayi.
Ketua Baznas menyebutkan, manfaat dari profesionalitas pada suatu kesempatan mendapatkan berbagai nilai plus dan penghargaan dari Baznas pusat dan provinsi.
“Contohnya dalam program rutilahu awalnya kita mendapatkan bantuan hanya 2 unit saja. Tetapi karena pelaporan kita dianggap rapih dan baik malah ditambah menjadi 12 unit,” katanya.
Ditambahkan Ketua Baznas, keberhasilan menerapkan aplikasi di Baznas Kabupaten Sumedang, ternyata membuat Baznas pusat mengaku tertarik untuk mengkloning aplikasi tersebut, agar kabupaten lainnya juga dapat mengelola zakat infak dan sedekahnya secara transparan pula
Tentunya, sambung Ayi, ini menjadi berkah buat semua terutama warga Kabupaten Sumedang. Semua itu berkat kerjasama dan kepercayaan penuh dari semua masyarakat Sumedang terhadap pengelolaan zakat infak dan sedekah yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Sumedang.***
