MEKKAH, W+62.com- Para jemaah haji asal Indonesia dipastikan mendapatkan kebutuhan makan secara rutin tiga kali sehari, selama berada di Tanah Suci. Hal ini disampaikan oleh Maulana Malik Ibrahim, petugas bagian konsumsi Haji Indonesia 2025 untuk Arab Saudi, Minggu (25/5/2025).
Jadwal penyajian makanan berlangsung pada pagi hari pukul 05.00–07.00 WAS, siang pukul 12.00–14.00 WAS, dan sore pukul 17.00–19.00 WAS.
Ia menjelaskan bahwa seluruh bahan makanan diimpor langsung dari Indonesia, lalu diproduksi dan dimasak di Arab Saudi oleh tenaga kerja asal Indonesia pula.
“Secara teknis saya kurang tahu, tapi yang jelas sebelum jemaah datang, makanan sudah tersedia. Rasanya enak dan sesuai dengan selera orang Indonesia. Kalau masakan Arab kan biasanya berbeda, kadang terlalu asin atau sambalnya bisa bikin sakit perut,” ujar Maulana.
Petugas juga memastikan, makanan yang disediakan telah disesuaikan dengan cita rasa khas Nusantara, mengingat banyak jemaah yang kurang cocok dengan makanan lokal Arab Saudi.
Belum Ada Keluhan
Terkait keluhan dari para jemaah haji Indonesia, Maulana menyampaikan, hingga saat ini belum ada laporan berarti dari para Ketua Rombongan (Karom).
“Alhamdulillah, para jemaah cukup puas. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini jauh lebih baik. Kami terus melakukan perbaikan dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Tahun ini, sistem penyediaan konsumsi dikelola oleh syarikah, yakni perusahaan lokal Arab Saudi yang ditunjuk langsung oleh pemerintah setempat. Meski demikian, Maulana mengakui masih ada tantangan dalam sinkronisasi data jemaah haji.
“Kadang ada data yang tidak sinkron, misalnya suami terdata di satu hotel, sementara istri di hotel lain. Akibatnya mereka tidak terdeteksi dalam sistem kami. Tapi sebagai bentuk pelayanan, kami tetap memberikan makanan sesuai permintaan,” jelasnya.
Dengan berbagai perbaikan yang terus dilakukan, pihak penyelenggara berharap pelayanan konsumsi kepada jemaah haji Indonesia dapat berjalan semakin baik dan memberikan kenyamanan selama menjalankan ibadah.***
