SUMEDANG, W +62.com– Diduga akar pohon telah rapuh sehingga membuat menghalangi Jalan Raya Sumedang–Bandung, tepatnya kawasan Cadas Pangeran, membuat macet jalan nasional pada Senin pagi (12/5/2025).
Dua saksi mata, Yanto (32), warga Desa Cijeruk, dan Basri (70), warga Desa Cigendel, memberikan kesaksian bahwa pohon tiba-tiba roboh sekitar pukul 09.00 WIB, diduga karena akar dan batang pohon yang sudah rapuh diperparah hujan dan angin kencang.
“Saya lagi di warung pas kejadian. Tiba-tiba terdengar suara keras, ternyata pohon tumbang melintang ke jalan. Untung nggak ada kendaraan lewat waktu itu,” ungkap Yanto.
Basri menambahkan, sempat merasa khawatir akan menjadi sebab kemacetan yang lama. Tapi, kekhawatirannya sirna dan mengaku lega setelah melihat jajaran kepolisian dan tim gabungan segera tiba, bekerja sama untuk mengevakuasi batang pohon yang menghalangi jalan.
“Alhamdulillah cepat sekali evakuasinya, malah Kapolres dan anggotanya langsung turun tangan. Kami, warga, juga bantu semampunya,” tutur Basri.
Keduanya mengakui, kehadiran polisi yang tanggap sangat penting, terutama di jalur vital seperti Cadas Pangeran yang dikenal rawan longsor dan pohon tumbang saat cuaca ekstrem.
Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, yang turun langsung memimpin evakuasi, menyatakan bahwa penanganan cepat merupakan wujud pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor—termasuk BPBD dan warga—untuk menghadapi situasi darurat.
Polres Sumedang mengimbau agar masyarakat tetap waspada saat melewati jalur-jalur rawan, terutama di musim hujan. Dinas terkait juga diminta untuk melakukan pemangkasan rutin terhadap pohon-pohon tua yang berisiko tumbang.
Dengan penanganan yang cepat dan koordinasi yang solid, arus lalu lintas di lokasi kejadian kembali normal sekitar pukul 10.45 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam insiden tersebut.***

