SUMEDANG, wplus62.com – Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi resmi di hadapan ratusan Bobotoh yang memadati lokasi acara tradisi pesta rakyat “Ngagogo Lauk” di Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026).
Umuh menyampaikan klarifikasi ini untuk merespons kekecewaan pendukung yang telah menunggu sejak pagi. Ia sengaja tidak memboyong skuad juara ke lokasi demi menjamin keamanan serta kenyamanan fisik dan psikologis seluruh tim.
Di depan massa Bobotoh, pria yang akrab disapa Pak Haji ini menegaskan bahwa keselamatan pemain, pelatih, hingga official menjadi prioritas utamanya.
Ungkap Alasan
Menurut Umuh, skuad Persib Bandung mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari sejumlah oknum suporter saat menggelar konvoi perayaan juara di Kota Bandung pada sehari sebelumnya, Minggu (24/5/2026). Dalam euforia perayaan tersebut, situasi di lapangan sempat tidak terkendali hingga memicu beberapa insiden fisik yang menimpa jajaran pelatih dan pemain luar negeri maupun lokal.
“Kami harus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pemain, pelatih, dan seluruh official tim. Kemarin saat konvoi perayaan juara di Bandung, kondisi sangat padat dan ada beberapa perlakuan yang kurang baik dari oknum Bobotoh di jalanan. Beberapa pemain dan pelatih bahkan mengalami kelelahan dan guncangan akibat situasi yang kurang kondusif tersebut,” ujar H. Umuh Muchtar saat memberikan penjelasan langsung di Ciluluk.
Lebih lanjut, tokoh sepak bola Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa dirinya selaku manajemen bertanggung jawab penuh untuk memberikan waktu istirahat dan memulihkan kondisi skuad pasca-kompetisi yang panjang serta rangkaian perayaan yang menguras energi.
Meski tanpa kehadiran pilar-pilar skuad juara, agenda tahunan tradisi tasyakuran dan pesta rakyat “Ngagogo Lauk” menangkap ikan mas bersama di kolam pribadi milik keluarga H. Umuh Muchtar di Tanjungsari tetap berjalan dengan penuh antusiasme warga.
Umuh meminta Bobotoh Sumedang memaklumi keputusan tersebut demi keselamatan jangka panjang skuad Maung Bandung. Manajemen juga mengimbau pendukung lebih tertib merayakan kemenangan agar kenyamanan pemain tetap terjaga.***
