SUMEDANG, Wplus62.com-– Kecamatan Pamulihan sukses mengukir sejarah ganda. Selain berhasil menyelenggarakan acara sebagai tuan rumah yang ramah, Pamulihan juga resmi menobatkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang tahun 2026.
Perhelatan religius akbar yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2026 di Kecamatan Pamulihan ini berakhir dengan penuh haru dan dominasi mutlak dari kafilah tuan rumah. Berdasarkan Keputusan Resmi Dewan Hakim yang rilis pada Kamis (9/7/2026), Kecamatan Pamulihan melesat tak terkejar di puncak klasemen dengan mengantongi nilai keseluruhan sebesar 35 poin.
Keberhasilan luar biasa ini terwujud berkat kontribusi gemilang para qari dan qariah terbaik mereka. Pamulihan sukses memborong 4 gelar Terbaik I, 4 gelar Terbaik II, dan 3 gelar Terbaik III. Dominasi ini otomatis menyisihkan rival terdekatnya, Kecamatan Sumedang Selatan, yang harus puas menduduki peringkat kedua dengan raihan 26 poin (3 Terbaik I, 3 Terbaik II, dan 2 Terbaik III).
Sementara itu, Kecamatan Tanjungsari mengamankan posisi ketiga dengan total 22 poin. Selanjutnya, performa mengejutkan datang dari Jatinangor dan Jatigede yang masing-masing mengunci peringkat keempat dan kelima, sekaligus mengukuhkan dominasi wilayah barat dan timur Sumedang di panggung syiar Al-Qur’an tahun ini.
Apresiasi Camat Pamulihan atas Sinergi Ulama dan Umara
Menanggapi capaian gemilang tersebut, Camat Pamulihan, Mamad Hadisaputra, langsung menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa keberhasilan luar biasa ini sama sekali tidak terlepas dari peranan besar para tokoh agama, alim ulama, serta pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kecamatan Pamulihan.
“Alhamdulillah, sinergi yang baik itu membuahkan hasil yang maksimal bagi Kecamatan Pamulihan. Menjadi juara umum di MTQ ke-49,” ujarnya dengan penuh bangga.
Mamad Hadisaputra menuturkan, prestasi membanggakan ini tentunya menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi seluruh warga Pamulihan agar terus melahirkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi. Kendati demikian, ia juga mengingatkan jajarannya bahwa mempertahankan gelar juara di masa mendatang tentu akan jauh lebih sulit daripada merebutnya sekarang.
“Motivasi ini menjadi bekal bagi pembinaan di Kecamatan Pamulihan untuk terus mengukir prestasi yang tinggi,” pungkas Mamad.
Persaingan Sengit dan Sistem Penilaian Ketat
Ketua Dewan Hakim, KH. Firdaos, bersama Sekretaris KH. Rahmat Hidayat, menandatanganani langsung surat keputusan hasil kejuaraan ini. Dalam lampiran keputusan tersebut, Dewan Hakim menerapkan sistem pembobotan nilai yang sangat ketat untuk menentukan predikat juara umum, yakni nilai 5 untuk Terbaik I, nilai 3 untuk Terbaik II, dan nilai 1 untuk Terbaik III.
Melalui sistem kalkulasi tersebut, pergeseran poin di papan tengah berlangsung sangat dramatis. Sebagai contoh, Kecamatan Tanjungmedar dan Ujungjaya harus berbagi posisi di peringkat keenam dengan poin kembar 8. Persaingan ketat juga terjadi di peringkat delapan dan sembilan, di mana beberapa kecamatan memperoleh total nilai yang sama dan harus berbagi urutan klasemen.
Meskipun demikian, beberapa kecamatan seperti Cibugel, Sumedang Utara, Cisitu, Sukasari, Wado, Darmaraja, Surian, Cisarua, dan Ganeas belum berhasil membawa pulang piala pada edisi kali ini. Namun, partisipasi aktif seluruh kecamatan ini tetap mendapat apresiasi tinggi karena berhasil menyemarakkan syiar Islam di bumi Sumedang.
Daftar Lengkap Peringkat Terbaik MTQ ke-49 Kabupaten Sumedang 2026
Berikut adalah tabel rekapitulasi perolehan nilai resmi berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim:
Kesuksesan Kecamatan Pamulihan memadukan peran sebagai penyelenggara sekaligus juara umum mendapat acungan jempol dari berbagai pihak. Sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan ini diharapkan mampu memotivasi kafilah Kabupaten Sumedang untuk berbicara lebih banyak di ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat mendatang. ***
