Berita Terkini
Budaya  

TRIUM Memukau di Ruang Seni SMAN 1 Sumedang: Hadirkan Harmoni Indah Lewat Modifikasi Musik Etnik

Harmonisasi musik etnik di Ruang Seni SMA Negeri 1 Sumedang pada Sabtu malam (18/10/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Melalui perpaduan saron modifikasi, tarawangsa, bambu block, kecapi dan suling, yang menghasilkan harmoni berhasil memukau hadirin di Ruang Seni SMA Negeri 1 Sumedang pada Sabtu malam (18/10/2025).

Pertunjukan eksibisi karya musik berjudul “TRIIUM” ciptaan Dedy Hermawan, dipertontonkan para seniman. Acara itu dilanjutkan dengan diskusi seputar musik.

Pertunjukan ini menghadirkan pengalaman musikal yang langka dan penuh keheningan. Nada-nada lembut berpadu dengan ritme eksperimental menciptakan suasana yang memikat hati penonton, meski jumlahnya terbatas.

Suara dari alat musik tradisional yang dikombinasikan secara modern membawa penonton seolah tenggelam dalam ruang bunyi yang spiritual dan penuh makna.

Salah satu tamu undangan yang hadir bahkan terinspirasi untuk memberikan bantuan berupa interior khusus untuk ruang seni agar tampil lebih baik secara akustik dan estetika.

Tujuannya agar kualitas suara tetap jernih dan tidak pecah keluar ruangan, mendukung kegiatan seni yang semakin profesional di masa depan.

Pimpinan Simpay Panaratas Sumedang, Dedy Hernawan

Karya Kontemporer 

Pimpinan Simpay Panaratas Sumedang, Dedy Hernawan, menjelaskan bahwa kegiatan malam tersebut merupakan bagian dari proses kreatif yang telah ia rancang sebagai ruang eksplorasi musik kontemporer.

“Kegiatan malam ini adalah pertunjukan kecil tiga karya yang pertama Gliss, kedua Beber Layar, dan ketiga Trium. Dua karya awal dan akhir adalah karya musik kontemporer yang tentu saja tidak biasa didengar oleh masyarakat awam,” ujar Dedy.

“Namun justru itulah tujuannya, agar bisa menjadi bahan apresiasi dan pembelajaran bagi audiens. Karya terakhir, Trium, akan dipresentasikan dan dibedah di Semarang pada 25 Oktober 2025 mendatang,” tambahnya.

Ia berharap audiens mendapat pengetahuan baru, pengalaman bunyi yang segar, dan referensi musikal yang lebih luas.

Hendra Nugraha (Ciho) Pengusaha, penggiat UMKM, serta pemilik CIHO Printshop dan beberapa usaha kuliner di Sumedang.

Siap Mendukung 

Sementara itu, Hendra Nugraha (Ciho) pengusaha, penggiat UMKM, serta pemilik CIHO Printshop dan beberapa usaha kuliner di Sumedang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap acara tersebut.

“Luar biasa, ini pertunjukan yang berbeda dari event-event lain. Harus dirutinkan oleh para penggiat budaya dan seni,” kata Hendra.

Ia menyebutkan, kegiatan di ruang seni SMA Negeri 1 Sumedang ini sesuatu yang harus dikembangkan kembali dalam rangka memanfaatkan ruang dan waktu yang lebih produktif.

“Daripada menunggu ruang yang belum tentu bisa menampung karya, lebih baik menciptakan karya dan ruang sendiri seperti ini. Saya siap mendukung kegiatan semacam ini, baik bulanan, triwulanan, maupun tahunan. Karena apresiasi terhadap budaya tidak bisa diukur dengan uang. Para penggiat budaya perlu ruang, dan di sini semangat itu sudah tercipta,” imbuhnya.

Pertunjukan “TRIUM” bukan sekadar peristiwa musikal, tetapi juga momentum penting bagi dunia seni Sumedang. Ia menunjukkan bagaimana kolaborasi, kreativitas, dan semangat pelestarian budaya dapat bersatu menghadirkan pengalaman estetik yang menyejukkan jiwa dan menginspirasi banyak orang.***