Berita Terkini

Menbud Fadli Zon Targetkan Gunung Palasari Jadi Cagar Budaya Nasional

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon didampingi Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat mengunjungi Gunung Palasari pada Sabtu (17/1/2026)

SUMEDANG, W+62.COM – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong situs Gunung Palasari di Kabupaten Sumedang bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang “hidup”. Ia menegaskan hal itu saat menyisir langsung kawasan bersejarah tersebut bersama Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Sabtu (17/1/2026).

Fadli Zon menyatakan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memperkuat pelestarian situs yang mengombinasikan nilai sejarah, budaya, dan kekayaan lingkungan. Ia berencana menggandeng pemerintah daerah serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk menggarap potensi besar situs ini.

“Kita akan mendorong Situs Gunung Palasari menjadi tempat wisata budaya dan sejarah yang hidup. Kedepannya, situs ini bisa kita tetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional agar perlindungannya lebih kuat dan pengelolaannya berkelanjutan,” tegas Fadli.

Selain aspek sejarah, Fadli juga menginstruksikan penjagaan ekosistem dengan menanam kembali pohon-pohon langka endemik lokal di area tersebut.

Digitalisasi dan Edukasi Publik

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut baik langkah pusat. Ia menegaskan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mengelola Gunung Palasari sebagai ruang edukasi publik yang berdampak nyata.

“Cagar budaya ini harus memberi dampak. Kami ingin masyarakat datang, melihat, dan memiliki kesadaran untuk ikut melestarikan. Itulah kunci keberlanjutan,” ujar Dony.

Sebagai langkah inovasi, Pemkab Sumedang berencana melakukan digitalisasi pada situs Gunung Palasari. Inovasi ini memudahkan generasi muda mengakses informasi sejarah dan nilai budaya lokal secara lebih luas.

Gunung Palasari sendiri merupakan situs krusial yang menyimpan jejak sejarah panjang, mulai dari peninggalan Kerajaan Arcamanik hingga benteng pertahanan era kolonial Belanda. Kunjungan kerja ini diharapkan mampu mempercepat sinergi antara pusat dan daerah dalam menjaga warisan bangsa.