BANJARBARU, W+62.COM – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menghadiri langsung peluncuran Sekolah Rakyat tingkat nasional di Balai Besar Pendidikan Kesejahteraan Sosial (BPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan langsung program unggulan ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia.
Sumedang Jadi Pionir Sekolah Rakyat
Bupati Dony menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang telah mengawali langkah lebih dulu dalam mengimplementasikan program ini. Sejak 5 Agustus 2025, Sekolah Rakyat di Sumedang sudah beroperasi di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.
“Saat ini, Sekolah Rakyat di Sumedang sudah berjalan dengan baik dan lancar. Kami mengelola sekitar 150 siswa yang berasal dari 26 kecamatan,” ujar Dony di sela-sela acara.
Pencapaian tersebut mengukuhkan posisi Sumedang dalam daftar 100 lokasi pertama Sekolah Rakyat yang pemerintah pusat luncurkan pada 2025.
Groundbreaking di Ujungjaya: Hibah Lahan 7 Hektare
Peluncuran nasional ini memacu Pemkab Sumedang untuk segera memulai konstruksi fisik gedung baru tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melaksanakan groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ujungjaya.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Sumedang menghibahkan lahan seluas 7 hektare di Ujungjaya untuk mendukung fasilitas pendidikan ini. Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
“Pemkab Sumedang berkomitmen terus memajukan dan memperkuat Sekolah Rakyat. Ini adalah upaya kami menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak yang membutuhkan,” tambah Dony.
Fokus pada Manfaat Nyata
Bupati Dony memastikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas utama. Dengan adanya fasilitas gedung yang lebih luas dan representatif di Ujungjaya, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu akan semakin meningkat.
“Kami ingin memastikan program ini memberikan manfaat nyata. Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan, tapi jembatan masa depan bagi anak-anak Sumedang,” pungkasnya.***
