Berita Terkini

Proyek Kos-Kosan di Jatinangor Memakan Korban: Tembok Penahan Tanah Ambruk, Satu Pekerja Tewas

Proses evakuasi korban TPT ambruk di Desa Hegarmanah Jatinangor Sumedang
Proses evakuasi korban TPT ambruk di Desa Hegarmanah Jatinangor Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com -– Sebuah proyek pembangunan kos-kosan di Dusun Neglasari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berujung tragedi. Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi delapan meter yang sedang dalam masa konstruksi tiba-tiba ambruk dan menimbun pekerja pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat insiden maut ini, seorang pekerja tewas seketika di lokasi kejadian, sementara satu pekerja lainnya mengalami luka berat.

Reruntuhan material TPT tersebut langsung menimpa dua orang buruh bangunan setempat, yakni Dodo (46) dan Ikun (60). Tragisnya, Dodo mengembuskan napas terakhir setelah tertimbun material longsor yang masif. Sebaliknya, Ikun berhasil selamat dari maut, meskipun ia harus menderita cedera patah tangan yang cukup parah.

Getaran Galian Diduga Picu Longsor

Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, memaparkan bahwa para pekerja sebenarnya tengah merampungkan galian pondasi bangunan sebelum peristiwa terjadi. Oleh karena itu, polisi menduga kuat bahwa getaran dari aktivitas penggalian tersebut memicu runtuhnya TPT yang berdiri tepat di atas area galian.

“Sebenarnya tadi sudah waktunya sholat Jumat sehingga mandor sudah mengingatkan mereka untuk keluar dari area galian pondasi,” ujar Rogers saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Meskipun ada delapan pekerja yang berada di area proyek saat itu, beruntung mayoritas dari mereka berhasil menyelamatkan diri. Hanya Dodo dan Ikun yang gagal menghindar karena posisi mereka yang terlalu dekat dengan dinding TPT.

Evakuasi Dramatis dan Penghentian Proyek

Petugas gabungan segera meluncur ke lokasi dan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi kedua korban dari jepitan material. Selanjutnya, petugas melarikan jenazah Dodo ke Puskesmas Jatinangor. Sementara itu, tim medis langsung merujuk Ikun ke Rumah Sakit Unpad guna mendapatkan penanganan ortopedi lebih lanjut.

Menyikapi tragedi ini, pihak kepolisian langsung mengambil langkah tegas. Rogers memastikan bahwa polisi telah menghentikan seluruh aktivitas pengerjaan proyek kos-kosan tersebut demi kelancaran penyelidikan. Di samping itu, ia juga melempar peringatan keras kepada warga dan pemilik bangunan di sekitar area tersebut.

“Kami mengimbau kepada pemilik kos-kosan di sebelah proyek ini untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Sebab, struktur tanah saat ini masih labil dan ada potensi getaran yang bisa memicu longsor susulan,” tegas Rogers.

Exit mobile version