SUMEDANG, Wplus62.com – Kabupaten Sumedang memberikan sinyal kuat bagi para pelaku usaha dengan menjanjikan iklim investasi yang lebih ramping dan transparan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, secara tegas menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan “bedah total” pada sistem perizinan.
Langkah agresif ini ditegaskan dalam rapat evaluasi Pemberian Rekomendasi Teknis (Rekomtek) dan Tim Koordinasi Investasi Daerah (TKID), Jumat (27/2/2026).
Kepastian Waktu: Kunci Utama Penarikan Modal
Oleh sebab itu, Tuti menyadari bahwa bagi investor, waktu adalah uang. Oleh karena itu, ia menuntut akselerasi pada setiap tahapan Rekomtek agar Sumedang memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Perizinan adalah pintu gerbang. Jika pintunya macet, investor akan putar balik. Saya instruksikan seluruh OPD terkait untuk bekerja lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Kita harus memberikan kepastian, bukan janji,” ujar Tuti.
Zero Tolerance Terhadap Pungli
Dalam menjamin kenyamanan para pemodal, Sekda juga menekankan komitmen zero tolerance terhadap praktik ilegal di lapangan. Ia memastikan bahwa tidak ada ruang bagi biaya siluman yang selama ini menjadi momok bagi dunia usaha.
“Jangan ada lagi keluhan soal proses yang berbelit atau permintaan biaya di luar ketentuan. Stop praktik pungli! Pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) harus profesional dan terukur sesuai Tupoksi,” tambahnya.
Optimalisasi Investasi Berkelanjutan
Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memantau progres fasilitasi investasi secara real-time. Dengan memperkuat koordinasi antar-OPD, Sumedang optimistis dapat menjadi destinasi utama investasi di Jawa Barat.
Tuti berkomitmen mengawasi progres investasi secara berkala dan memastikan tim TKID membedah sekaligus menuntaskan setiap kendala teknis investor secara kolektif.***
