SUMEDANG, Wplus62.com-– Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, kini tengah bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Menanggapi momentum politik lokal tersebut, Camat Situraja, Cecep Supratna, langsung melayangkan peringatan keras agar seluruh panitia menjaga netralitas demi mencegah konflik horizontal.
Cecep menyampaikan perkembangan krusial ini usai menghadiri agenda Piloting Penanganan Kemiskinan Berbasis Intervensi di kediaman Sekretaris Daerah Jawa Barat, Desa Cijeler, Jumat (12/6/2026).
Menurut Cecep, ketujuh desa tersebut harus melaksanakan Pilkades karena masa jabatan kepala desanya berakhir tahun ini. Saat ini, roda tahapan pemilu tingkat desa sudah mulai berputar.
“Di Kecamatan Situraja, ada tujuh desa yang kepala desanya mengakhiri masa jabatan pada tahun 2026. Saat ini beberapa desa sudah mulai melaksanakan tahapan Pilkades, terutama terkait pembentukan panitia,” ujar Cecep kepada awak media.
Targetkan Pelantikan Panitia Rampung Pekan Depan
Lebih lanjut, Cecep menjelaskan bahwa sebagian besar desa telah melantik tim penyelenggara mereka. Sementara itu, sisanya masih merampungkan proses administrasi pembentukan panitia. Namun, pihak kecamatan bergerak cepat mematok target tinggi untuk memastikan jadwal tidak molor.
“Kami memastikan pada minggu depan seluruh tujuh desa tersebut sudah menyelesaikan pembentukan sekaligus pelantikan Panitia Pilkades di masing-masing desa,” tegasnya optimis.
Mengapa Netralitas Panitia Pilkades Situraja Begitu Krusial?
Meskipun persiapan teknis berjalan lancar, Cecep memberikan catatan kritis mengenai dinamika politik desa. Menurut analisisnya, Pilkades memiliki tensi dan karakteristik yang jauh lebih sensitif daripada Pemilihan Gubernur (Pilgub) atau Pemilihan Presiden (Pilpres). Kedekatan sosial antarwarga menjadi faktor penentu.
Tensi Sosial Tinggi: Hubungan kekeluargaan di desa sangat erat, sehingga gesekan kepentingan mudah tersulut.
Konflik Kepentingan Nyata: Potensi benturan ikatan darah antara panitia dan calon kepala desa yang bertarung sangat tinggi.
“Bisa saja ada saudara yang mencalonkan diri, sementara saudara lainnya menjadi panitia. Kondisi seperti ini cukup rentan jika tidak disikapi secara profesional. Karena itu kami terus mengingatkan agar panitia bersikap netral dan menjalankan tugas sesuai aturan,” tambah Cecep. Oleh karena itu, integritas dan profesionalisme mutlak menjadi harga mati.
Ajak Masyarakat Situraja Redam Potensi Gesekan
Selain menyoroti netralitas penyelenggara, Camat Situraja juga merangkul warga untuk aktif menjaga kondusivitas lingkungan. Pasalnya, dukungan masyarakat yang terfragmentasi pada figur-figur lokal yang dekat dengan mereka kerap kali memicu percikan konflik.
Oleh sebab itu, menyukseskan pesta demokrasi ini tidak bisa bertumpu pada satu pundak saja. Sinergi masif antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga unsur Forkopimcam harus tetap terjaga.
“Risiko terjadinya gesekan selalu ada karena masyarakat memiliki kedekatan dengan masing-masing calon. Namun kami optimistis jika semua pihak menjaga sikap dan mengedepankan kebersamaan, Pilkades di Kecamatan Situraja dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Cecep menyudahi wawancara.***
