SUMEDANG, Wplus62.com— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang merawat ingatan sejarah lewat gelaran Renungan KUDATULI di Sekretariat DPC, Minggu (26/7/2026) malam. Langkah ini tidak sekadar mengenang Tragedi 27 Juli 1996 yang telah menginjak usia tiga dekade, tetapi juga menjadi strategi ampuh untuk memperkuat soliditas internal partai.
Suasana khidmat menyelimuti seluruh ruangan saat jajaran pengurus, anggota fraksi, hingga kader senior memanjatkan doa bersama. Bagi partai berlambang banteng ini, peristiwa KUDATULI memegang peranan vital sebagai simbol perlawanan ketika kekuasaan berupaya membungkam suara rakyat dan mencederai demokrasi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PDI Perjuangan, Atang Setiawan, menegaskan bahwa momentum historis ini harus menjadi pelecut semangat seluruh kader.
“Alhamdulillah, malam ini, tepat pada pergantian tanggal 26 menuju 27 Juli 2026, kita melaksanakan refleksi dan doa bersama memperingati Tragedi KUDATULI,” ujar Atang di sela-sela kegiatan.
Oleh karena itu, kehadiran para saksi dan pelaku sejarah yang terlibat langsung pada 1996 silam memberikan nilai emosional yang kuat dalam acara tersebut. Atang menilai, interaksi antara tokoh senior dan generasi muda partai dapat mentransfer nilai-nilai perjuangan secara langsung.

Pelajaran Penting Bagi Kader Muda
Lebih lanjut, Atang menyampaikan bahwa refleksi KUDATULI membawa misi edukasi politik yang jelas. Generasi muda PDI Perjuangan perlu memahami bahwa posisi partai hari ini berdiri di atas fondasi perjuangan yang berdarah-darah.
“Harapan kami, seluruh kader dapat memahami perjalanan panjang partai. Dengan begitu, soliditas dan kekompakan akan terus terjaga, baik untuk kader saat ini maupun generasi mendatang,” tuturnya.
Selain memupuk solidaritas, DPC PDI Perjuangan Sumedang juga memanfaatkan peringatan ini sebagai ajang konsolidasi politik jangka panjang. Api semangat yang diwariskan dari peristiwa KUDATULI ditargetkan menjadi bahan bakar utama dalam menyongsong agenda politik mendatang.
“Menjelang Pemilu 2029 nanti, kami berharap perjuangan PDI Perjuangan di Kabupaten Sumedang semakin solid sehingga mampu kembali memenangkan kontestasi,” tegas Atang penuh optimisme.
Pada akhirnya, Peringatan Renungan KUDATULI di Sumedang membuktikan bahwa Tragedi 27 Juli 1996 bukan sekadar catatan kelam masa lalu. Peristiwa tersebut merupakan pengingat abadi bagi seluruh kader untuk terus membela hak rakyat, menegakkan keadilan, dan merawat demokrasi Indonesia.***













