SUMEDANG, Wplus62.com – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang resmi membuka kompetisi Pasanggiri Tari Umbul Antar SMP/MTs se-Kabupaten Sumedang. Perhelatan budaya yang berlangsung di Kampus SMK KORPRI Sumedang pada Sabtu (30/5/2026) ini, sukses menyedot perhatian ratusan pasang mata.
SMK KORPRI Sumedang selaku penyelenggara mengusung tema “Melangkah Bersama Menjaga Warisan Budaya”. Kemeriahan menyelimuti suasana saat panitia menabuh gong dan melepaskan balon ke udara sebagai simbol perjuangan para peserta dimulai.
Menghidupkan Kembali Marwah Budaya Lokal
Ketua Panitia, Endang Yadi, menjelaskan bahwa Tari Umbul mengandung nilai seni, sejarah, dan kebersamaan yang mendalam bagi masyarakat Sumedang. Oleh karena itu, pihaknya merancang pasanggiri ini sebagai instrumen nyata untuk melestarikan kekayaan lokal.
“Kami menyelenggarakan acara ini untuk merevitalisasi budaya sekaligus menyediakan ruang apresiasi bagi para pelaku seni muda,” ujar Endang.
Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa antusiasme pelajar melampaui ekspektasi. Tercatat, sebanyak 178 peserta dari 15 SMP dan 2 MTs memadati daftar kompetisi tahun ini. Selain itu, panitia juga melibatkan juri profesional dari ISBI Bandung, Dinas Pendidikan, dan SMKN 10 Bandung guna menjamin penilaian yang objektif.
Apresiasi Tinggi dan Guyuran Beasiswa
Menariknya, pihak penyelenggara tidak memungut biaya pendaftaran sepeser pun. Meskipun demikian, para juara akan membawa pulang berbagai penghargaan bergengsi. Juara umum dipastikan meraih Trofi Bergilir Bupati Sumedang, sementara juara kategori lainnya akan menerima piala dari Dinas Pendidikan hingga Yayasan KORPRI.
Tidak hanya itu, SMK KORPRI Sumedang juga menyiapkan beasiswa pendidikan penuh bagi para pemenang yang ingin melanjutkan sekolah di lembaga tersebut. Langkah ini menjadi bukti konkret dukungan institusi terhadap prestasi non-akademik siswa.
Membangun Karakter di Tengah Arus Digital
Sementara itu, Kepala SMK KORPRI Sumedang, Dahlan, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk membentengi generasi muda dari dampak negatif teknologi.
“Kami mendorong siswa untuk tetap mencintai identitas daerahnya. Melalui tarian ini, siswa secara otomatis mempraktikkan nilai sportivitas dan gotong royong,” tutur Dahlan.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Kebudayaan Disparbudpora, Moh. Budi Akbar, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi SMK KORPRI dalam menjaga warisan Nusantara. Bahkan, ia optimistis Tari Umbul dapat memperkuat sektor pariwisata Sumedang ke depannya.
“Warisan budaya merupakan harga diri bangsa. Kami berharap kegiatan rutin seperti ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk terus menghidupkan karakter nasionalisme di hati para siswa,” pungkas Budi.***
