SUMEDANG, Wplus62.com – Sebuah angkutan umum (angkot) yang mengangkut 17 pelajar SMP Negeri 1 Tanjungsari terjungkal di Desa Hegarmanah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis sore sekira pukul 15.30 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, petugas dan warga segera melarikan sang sopir bersama tujuh siswa ke puskesmas terdekat akibat mengalami luka-luka.
Kronologi Kecelakaan Angkot di Jatinangor
Kanit Lantas Polsek Jatinangor, Ipda Hilda, menjelaskan bahwa kecelakaan tunggal ini terjadi saat arus lalu lintas sebenarnya terpantau lancar dan kondisi jalanan kering. Namun, lokasi kejadian memang berada di ruas jalan dua lajur yang memiliki karakteristik berkelok serta menanjak.
“Diduga kuat pengemudi kurang konsentrasi saat berkendara. Akibatnya, kendaraan langsung terjungkal ketika melintasi tikungan tajam tersebut,” ungkap Ipda Hilda saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Hilda memaparkan bahwa Yudi Supriadi tengah mengemudikan armada angkot tersebut dari arah Bandung menuju Sumedang. Seketika memasuki tikungan, sang sopir mendadak kehilangan kendali atas kendaraannya. Tak lama kemudian, mobil tersebut langsung terbalik dengan posisi akhir atap menyentuh permukaan aspal.
Korban Luka Dievakuasi ke Puskesmas Jatinangor
Beruntung, kecelakaan lalu lintas ini tidak menelan korban meninggal dunia. Kendati demikian, benturan keras tersebut menyebabkan delapan orang mengalami cedera yang cukup serius.
Warga setempat bersama petugas yang sigap di lokasi segera mengevakuasi para korban, yakni tujuh pelajar ke Puskesmas Jatinangor dan pengemudi dibawa ke Puskesmas Tanjungsari guna mendapatkan penanganan medis intensif.
“Kami pastikan korban jiwa nihil. Namun, sopir dan tujuh siswa harus menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Puskesmas Jatinangor dan Tanjungsari,” tambah Hilda.
Polisi Selidiki Penyebab Pasti Kecelakaan
Sementara itu, petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi bangkai kendaraan. Melalui langkah taktis ini, petugas berhasil mengamankan arus lalu lintas sekitar dan mencegah terjadinya kemacetan panjang.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Jatinangor masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Polisi menjadwalkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kondisi kendaraan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.***
