Berita Terkini

Hari Jadi Sumedang 448: Jangan Cuma ‘Ngagogo’ Ikan, Tapi ‘Ngagogo’ Jati Diri!

Oleh : Saeful Ridwan

Bupati Dony Ahmad Munir di Acara ngagogo lauk Hari Jadi Sumedang 448
Bupati Dony Ahmad Munir di Acara ngagogo lauk Hari Jadi Sumedang 448 pada Rabu (15/4/2026)
Saeful Ridwan, Pimred Wplus62.com

Wplus62.com — Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448 bukan sekadar ajang bagi-bagi hadiah atau seremonial potong tumpeng yang fotonya memenuhi memori ponsel. Bupati Dony Ahmad Munir justru melempar bola panas yang lebih esensial: edukasi sejarah.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Beliau menegaskan bahwa HJS adalah cermin raksasa. Jika kita hanya sibuk berdandan di depan cermin tanpa melihat “noda” masa lalu yang perlu dibersihkan, maka masa depan Sumedang hanya akan menjadi pajangan di etalase visi dan misi semata.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejarah Itu Guru, Bukan Mantan yang Harus Dilupakan

Bupati Dony menekankan bahwa masyarakat perlu kembali memeluk sejarah berdirinya Sumedang. Mengapa? Karena tanpa rasa memiliki, kita ini ibarat penghuni kos-kosan yang tidak peduli kalau genteng bocor.

Dengan mengingat akar sejarah, muncul rasa bangga yang organik, bukan sekadar bangga karena viral. Oleh karena itu, edukasi sejarah menjadi menu wajib agar warga tidak hanya tahu “Sumedang itu Tahu”, tapi juga tahu betapa heroiknya perjalanan para leluhur dalam membangun fondasi wilayah ini.

Baca Juga  Sumedang Bidik Investasi China, Helmy Yahya Bawa Delegasi Hangzhou Lirik Potensi Wisata dan Industri

Visi Simpati: Dari Kertas ke Realitas

Selanjutnya, melalui visi Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif), pemerintah memacu seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Kita harus mengakui bahwa merancang masa depan yang cerah itu lebih sulit daripada merancang filter Instagram.

Berikut adalah poin penting yang menjadi harapan dari rangkaian acara tahun ini:

  • Evaluasi yang Jujur: Menjadikan momentum HJS sebagai waktu untuk “ngaca” secara total atas kekurangan di masa kini.
  • Merawat Warisan: Memastikan tradisi lokal seperti Ngagogo Lauk tetap lestari, bukan hanya sebagai konten video, tapi sebagai perekat kekompakan warga.
  • Aksi Nyata: Mengubah slogan “Simpati” menjadi aksi yang bisa dirasakan langsung oleh perut dan dompet rakyat, bukan sekadar pemanis spanduk di pinggir jalan.

Penutup yang “Nyelekit” Tapi Manis

Pada akhirnya, mencintai Sumedang itu harus seperti mencintai Ubi Cilembu; manisnya meresap sampai ke dalam, bukan hanya lengket di kulit luar saja. Pemerintah berharap seluruh rangkaian acara ini mampu menyuntikkan adrenalin rasa memiliki yang kuat bagi seluruh warga.

Baca Juga  Warga Pamulihan Tolak Rencana Salat Jumat di Masjid Baru, Izin dan Sosialisasi Dipertanyakan

Mari kita rayakan HJS 448 dengan semangat baru. Jangan hanya mengobarkan semangat saat berebut ikan di kolam, tetapi justru memamerkan keloyoan saat mendapat tantangan menjaga kebersihan lingkungan. Ingat, Sumedang itu milik kita bersama, bukan milik vendor tenda acara saja!***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima