MINA, Wplus62.com – Ratusan jamaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kloter 29 KJT sukses melaksanakan salah satu rukun wajib haji, yakni lontar Jumrah Aqabah di Mina. Prosesi yang berlangsung pada Rabu (27/05/2026) ini berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan di bawah pengawalan ketat para pembimbing ibadah.
Sinergi Pembimbing Kawal Kekhusyukan Jamaah
Keberhasilan prosesi ini tidak lepas dari peran aktif para tokoh agama dan petugas haji. Sejumlah pembimbing kredibel turut mendampingi jamaah secara langsung di lapangan, di antaranya:
- Prof. Dr. KH. Muhyidin Abdul Qodir Al Manafi, MA (KBIHU As Syifa)
- KH. Asep Fu’ad Adnan, M.Ag (KBIHU Multazam)
- Dra. Hj. Aam Salamah (KBIHU Intania)
- Drs. H. Shohibin (PHD Kabupaten Sumedang)
- KH. Alan Sudirman, M.Ag (KBIHU Bina Insan & PHD Sumedang)
- KH. Yahya Kamal, M.Pd.I (PHD Kabupaten Tasikmalaya)
Pimpinan KBIHU Multazam Tanjungsari Sumedang mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat saat menuntaskan kewajiban tersebut.
Simbol Perlawanan Terhadap Godaan Setan
Bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jamaah asal Sumedang membaur bersama jutaan umat Muslim dari seluruh dunia. Meskipun cuaca di Mina cukup terik, mereka tetap semangat melontarkan tujuh batu kerikil ke arah tugu Aqabah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
KH. Asep Fu’ad Adnan, selaku pembimbing KBIHU Multazam, menekankan pentingnya esensi spiritual dari ritual ini.
“Melontar jumrah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol keteguhan hati dalam menolak godaan setan. Kami berharap momentum ini menjadi penyempurna haji yang membawa keberkahan bagi keluarga di kampung halaman,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela aktivitas di Mina.
Disiplin Menjadi Kunci Kelancaran
Selain aspek spiritual, kedisiplinan jamaah menjadi sorotan utama. Mengingat kepadatan manusia di area Jamarat, jamaah Kloter 29 KJT mematuhi jadwal gelombang keberangkatan yang telah ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi. Strategi ini terbukti efektif dalam meminimalisir risiko kelelahan dan menjaga keselamatan jamaah.
Selanjutnya, pihak KBIHU Multazam Tanjungsari terus mengimbau jamaah agar:
- Menjaga stamina dan hidrasi tubuh karena cuaca ekstrem.
- Mempererat kekompakan antar anggota regu.
- Mematuhi arahan petugas demi kelancaran sisa rangkaian ibadah haji ke depan.
Dengan selesainya prosesi ini, jamaah kini bersiap untuk melanjutkan tahapan haji berikutnya. Semangat kebersamaan dan koordinasi yang apik antara petugas dan jamaah diharapkan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah di tanah suci usai.***
