SUMEDANG, Wplus62.com – Angin perubahan berhembus di dunia tata kelola pemerintahan desa Kabupaten Sumedang. Melalui proses pemilihan yang demokratis, Wawan Hendarwan resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang periode 2026–2030.
Perhelatan yang berlangsung meriah di Gedung KORPRI Sumedang, Rabu (10/6/2026), menjadi tonggak sejarah baru bagi para anggota BPD di seluruh penjuru Sumedang.
Hasil Pemungutan Suara yang Demokratis
Proses pemungutan suara berlangsung lancar dan kondusif. Sebanyak 35 suara sah masuk ke dalam kotak suara, mencerminkan tingginya antusiasme perwakilan BPD dari seluruh kecamatan.
Ketua Panitia, Ading Sutisna, merinci perolehan suara dalam pemilihan tersebut:
- Wawan Hendarwan: 25 suara
- Agus: 10 suara
“Total peserta yang hadir 38 orang, dengan catatan 1 suara tidak sah dan 2 orang absen. Kemenangan ini merupakan amanat besar bagi kepengurusan baru,” ujar Ading di sela-sela acara.
Transformasi FKBPD Menjadi ABPEDNAS
Ading menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan langkah krusial pembaruan organisasi dari FKBPD menjadi ABPEDNAS. Dukungan solid mengalir dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang serta para pengurus FKBPD sebelumnya.
Ia menekankan bahwa transformasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan di tingkat desa. “BPD tidak hanya mengawasi kinerja kepala desa, tetapi juga mengawal program strategis nasional, seperti pengelolaan Dana Desa, koperasi, dan program pemberdayaan lainnya,” tegas Ading.
Visi Wawan Hendarwan: Satukan 270 Desa
Menanggapi mandat tersebut, Ketua ABPEDNAS terpilih, Wawan Hendarwan, langsung mencanangkan visi besar. Ia menargetkan penguatan persatuan bagi BPD yang tersebar di 270 desa di Kabupaten Sumedang.
“Saya bertekad mempersatukan BPD dari 270 desa agar menjadi kekuatan yang maju, bermartabat, dan berintegritas. Kita ingin posisi BPD lebih dihargai di semua level pemerintahan,” ungkap Wawan.
Sebagai langkah konkret, Wawan segera menyusun program kerja 100 hari pertama. Fokus utamanya adalah mempererat kolaborasi antara BPD dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Menurutnya, jembatan komunikasi yang kuat sangat penting agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan efektif hingga ke level nasional.
Harapan Baru untuk Pemerintahan Desa
Terpilihnya kepengurusan ABPEDNAS yang baru membawa harapan besar bagi tata kelola desa di Sumedang. Sinergi yang lebih intens antara BPD dan pemerintah daerah diprediksi akan menciptakan iklim pemerintahan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi yang diusung Wawan Hendarwan, ABPEDNAS Sumedang siap mengawal kemajuan desa dari pusat hingga ke akar rumput.***
