Berita Terkini

Ekonomi Sumedang Melejit 5,48 Persen, Bupati Dony Ahmad Munir Buka Forum Ekonomi Regional Jabar

Forum Ekonomi Regional Jabar di Kabupaten Sumedang dihadiri oleh Kepala Kawasan Ekonomi Rebana, Helmy Yahya, Sekdaprov Jabar, Herman Suryatman di Aula Tampomas Sumedang pada Selasa (23/6/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat menangkap peluang emas pembangunan di Jawa Barat. Saat membuka Forum Ekonomi Regional Jawa Barat di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, pada Selasa (23/6/2026), Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, membawa kabar baik mengenai performa ekonomi daerahnya yang melonjak tajam.

Melalui forum strategis ini, Bupati Dony menegaskan komitmennya untuk terus mentransformasikan Sumedang dari sekadar wilayah perlintasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, kompetitif, dan ramah investasi.

Reformasi Birokrasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumedang melejit signifikan ke angka 5,48 persen, setelah sebelumnya sempat tertahan di angka 4,05 persen. Lonjakan impresif ini terjadi seiring dengan mengalir derasnya realisasi investasi ke wilayah tersebut.

Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa lompatan indikator ekonomi ini merupakan buah manis dari reformasi birokrasi dan perbaikan iklim investasi yang dilakukan pemerintah daerah secara konsisten.

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari upaya kita memperbaiki layanan perizinan dan memperkuat tata kelola. Hasilnya, kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi Sumedang naik tajam dari 4,05 persen menjadi 5,48 persen,” ujar Dony dengan optimis di hadapan para peserta forum, Selasa (23/6/2026).

Kolaborasi Strategis dan Digitalisasi Pelayanan

Lebih lanjut, Bupati Dony menekankan bahwa capaian impresif tersebut tidak terjadi secara instan. Sebaliknya, pencapaian ini lahir dari sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang saling menyokong hingga terekam secara resmi oleh BPS.

Demi memuluskan target pertumbuhan yang berkelanjutan, Pemkab Sumedang telah mengeksekusi sejumlah langkah konkret:

  1. Menyederhanakan Birokrasi: Pemerintah memangkas rantai birokrasi perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP).
  2. Mengintegrasikan Sistem Digital: Pemkab Sumedang menerapkan digitalisasi pelayanan secara menyeluruh untuk memangkas waktu pengurusan sekaligus menutup celah pungutan liar (pungli).
  3. Mematangkan Kesiapan SDM Lokal: Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pemerintah aktif mencetak tenaga kerja terampil yang siap menjawab kebutuhan pasar.

“Selain kemudahan perizinan, kita juga menyiapkan tenaga kerja terlatih melalui balai latihan kerja agar industri bisa langsung menyerap tenaga kerja lokal,” imbuh Dony.

Tiga Strategi Jitu Dorong Keberlanjutan

Selain fokus pada investasi besar, Bupati Dony memaparkan tiga strategi paralel agar pertumbuhan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakat:

  • Mendorong Digitalisasi UMKM: Memfasilitasi pelaku usaha lokal agar melek digital demi memperluas pasar produk unggulan Sumedang ke kancah nasional.
  • Menarik Investasi Hijau: Membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang berkomitmen pada industri ramah lingkungan.
  • Optimalisasi Sektor Pariwisata: Memaksimalkan potensi wisata alam dan budaya untuk mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar pasca-kehadiran Tol Cisumdawu.

“Peluang sudah ada di depan mata. Sekarang, giliran kita mengeksekusi rencana-rencana strategis ini dengan cepat, tepat, dan transparan,” tegas Bupati Dony.

Melalui sinergi kokoh Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang, Dony optimis target pertumbuhan ekonomi inklusif dapat tercapai lebih cepat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal tren positif ini agar Sumedang bertransformasi menjadi simbol kesejahteraan di Jawa Barat.***

Exit mobile version