SUMEDANG, Wplus62.com-– Komunitas dan Penghobi Layangan Kabupaten Sumedang sukses menyulap masa liburan sekolah menjadi ajang kompetisi yang penuh adrenalin. Mereka menggelar Kejuaraan Aduan Layangan Antar Pelajar se-Kabupaten Sumedang di Arena Pacuan Kuda Sumedang pada Sabtu (11/7/2026). Turnamen bergengsi ini memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang.
Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, membuka langsung acara ini untuk mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Selain itu, perwakilan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumedang, jajaran panitia, serta ratusan pegiat layangan dari berbagai wilayah turut memadati arena pertandingan.
Mengalihkan Perhatian Anak dari Gadget
Ketua Penyelenggara, Rikhalmi Kadrial—yang akrab disapa Ikko—menegaskan bahwa kompetisi ini bertujuan utama untuk mengisi libur sekolah dengan aktivitas positif. Selain itu, ajang ini menjadi strategi jitu untuk mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
“Kami sengaja mengadakan lomba aduan layangan khusus pelajar ini untuk mengisi liburan mereka. Target utamanya adalah memperebutkan Piala Kadistik,” ujar Iko di sela-sela acara.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 128 peserta dari berbagai kecamatan di Sumedang mendaftarkan diri. Para peserta datang dari jenjang SD hingga SMA dengan rentang usia 6 sampai 18 tahun.
Untuk menjaga sportivitas, panitia menerapkan aturan teknis yang sangat ketat. Setiap peserta wajib menggunakan layangan berukuran 95 sentimeter. Sementara itu, panitia membatasi panjang benang agar ketinggian layangan tetap sama. Peserta boleh membawa layangan dan benang gelasan sendiri, namun ketebalan gelasan tetap harus mengikuti standar panitia.

Kampanye Main Layangan yang Aman
Di sisi lain, Ikko mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Baginya, dukungan tersebut memperkuat misi panitia dalam mengedukasi masyarakat luas tentang keselamatan bermain layangan.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan. Lewat event ini, kami juga mengedukasi publik agar bermain layangan di tempat yang aman. Kita harus menjauh dari jaringan listrik dan jalan raya demi keselamatan bersama,” tambah Ikko.
Ikko sendiri bukan orang baru dalam dunia layang-layang. Sebelumnya, ia sukses menggelar kejuaraan skala nasional di Kiara Payung pada tahun 2016 lalu. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memberikan dukungan agar kompetisi tingkat nasional bisa kembali bergaung di Sumedang.
“Kami ingin anak-anak semakin mencintai olahraga tradisional layang-layang dan tidak melulu ketergantungan pada gadget. Kita harus melestarikan budaya ini,” tegasnya.
Dukungan Penuh dari Dinas Pendidikan
Apresiasi senada datang dari Enjang Supriadi. Menurutnya, turnamen ini merupakan wadah pembinaan karakter yang efektif menjelang tahun ajaran baru.
“Dinas Pendidikan mengapresiasi setinggi-tingginya kerja keras panitia. Kegiatan ini sangat positif untuk menjaga kelestarian olahraga tradisional,” kata Enjang.
Lebih lanjut, Enjang menilai pemilihan Arena Pacuan Kuda Sumedang sangat tepat karena lokasinya lapang dan aman dari kabel listrik maupun lalu lintas kendaraan.
“Kami mendukung penuh agar kejuaraan ini menjadi agenda berkelanjutan. Ini adalah ruang aktivitas yang sehat, kreatif, dan edukatif bagi anak-anak kita,” pungkasnya.***













