JAKARTA, Wplus62.com – Gelombang kekecewaan menyelimuti puluhan calon pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Selasa (26/5/2026), demi menuntut kejelasan status Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) yang selama ini mengklaim sebagai mitra resmi pemerintah.
Massa yang mayoritas berasal dari Bandung dan Sumedang Jawa Barat itu mengaku terjebak dalam ketidakpastian. Selain operasional yang tidak kunjung dimulai, mereka juga telah menggelontorkan modal dalam jumlah fantastis.
Janji Manis Berujung Beban Finansial
Koordinator aksi, Oesep Sarwat, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pengelola, terdapat lebih dari 100 dapur yang bernaung di bawah YSBB. Namun, hingga saat ini, ratusan dapur tersebut mangkrak tanpa kepastian.
“Kami sudah mengeluarkan biaya sangat besar untuk sewa tempat, renovasi bangunan, hingga dana koordinasi. Rata-rata per dapur sudah menghabiskan dana di kisaran Rp300 juta sampai Rp500 juta,” tegas Oesep kepada wartawan di Gedung BGN.
Selanjutnya, Oesep menjelaskan bahwa pihak yayasan kerap mencatut nama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk meyakinkan para investor. Meskipun MoU telah disepakati sejak tahun 2025, namun Surat Perintah Kerja (SPK) yang dijanjikan tak kunjung terbit. Pihak YSBB berdalih masih menunggu peluncuran nasional oleh Presiden Prabowo.
“Bukan hanya rugi materi, kami juga menanggung beban mental. Puluhan relawan yang sudah kami rekrut dan latih melalui BPVP Jawa Barat terus menagih kepastian kerja,” tambahnya.

BGN Tegaskan Adanya Unsur Penipuan
Menanggapi aduan tersebut, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menerima langsung perwakilan pengelola di ruang kerjanya. Setelah mendengar kronologi kejadian, Sony secara tegas menyatakan bahwa praktik yang dilakukan oleh oknum yayasan tersebut adalah murni tindakan kriminal.
“Jelas-jelas ini murni penipuan yang melibatkan yayasan dan mencatut nama lembaga BGN,” ujar Sony dengan nada bicara serius.
Oleh karena itu, Sony mengimbau para korban untuk segera menempuh jalur hukum. Ia menyarankan para pengelola dapur mengumpulkan bukti komunikasi dan bukti transfer untuk dilaporkan ke Polda Jawa Barat.
Proses Rekrutmen Mitra BGN Gratis
Guna mencegah jatuhnya korban baru, Sony memberikan edukasi mengenai mekanisme pengajuan mitra MBG. Ia menegaskan bahwa seluruh proses administrasi dan verifikasi di Badan Gizi Nasional tidak memungut biaya sepeser pun.
“BGN tidak pernah meminta biaya apa pun. Istilah ‘dana koordinasi’ yang diklaim pihak tertentu itu tidak pernah ada di lembaga kami,” tegasnya menutup audiensi.
Sebelum berakhirnya audensi tersebut, Oesep Sarwat memperlihatkan sebagian bukti, termasuk bukti laporan dugaan penipuan oleh Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) dari Polda Jabar dan Polda Jatim.
Kini, para pengelola dapur mengharapkan kebijakan khusus pemerintah agar infrastruktur yang telah mereka bangun dapat menyukseskan program nasional ini.***













