BANDUNG, Wplus62.com — Kader PDI Perjuangan Jawa Barat kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian satwa dan kesejahteraan pekerja di Kebun Binatang Bandung. Aksi gotong royong ini menjadi langkah konkret partai saat destinasi wisata legendaris tersebut masih menghadapi ketidakpastian pengelolaan.
Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PDI Perjuangan, Andri Gunawan, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari program bulan lalu. Pada periode sebelumnya, mereka telah menyalurkan donasi sebesar Rp149 juta untuk melunasi tunggakan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta memberikan extra fooding bagi satwa.
“Bulan ini kami kembali hadir karena kader PDI Perjuangan se-Jawa Barat memikul kewajiban untuk terus bergotong royong. Kali ini, fokus bantuan kami arahkan pada BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengadaan perangkat penunjang kesejahteraan hewan dengan nilai total hampir Rp100 juta,” ujar Andri saat diwawancarai di Bandung Zoo pada Kamis (21/5/2026).
Sistem Iuran yang Solid dan Terstruktur
Andri mengungkapkan bahwa dana bantuan ini tidak turun begitu saja, melainkan bersumber dari iuran wajib yang terstruktur dari para kader partai di Jawa Barat. Instruksi dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat mewajibkan seluruh anggota legislatif untuk menyisihkan pendapatan mereka demi kelangsungan Kebun Binatang Bandung.
“Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, saya pribadi mengiur Rp3 juta per bulan, ditambah Rp500 ribu karena kapasitas saya sebagai anggota dewan. Jadi, total iuran saya mencapai Rp3,5 juta. Aturan yang sama juga berlaku bagi seluruh Ketua PDI Perjuangan tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat yang menjabat sebagai anggota dewan,”ujarnya.
Sementara itu, anggota dewan lainnya di tingkat Provinsi Jawa Barat juga wajib menyumbang Rp500 ribu per orang.
Andri memastikan bahwa komitmen ini akan terus berjalan setiap bulan selama Kebun Binatang Bandung belum memiliki pengelola definitif yang jelas.
Desak Pengelola Baru Pertahankan Karyawan Lama
Selanjutnya, Andri menyoroti masa depan tata kelola Kebun Binatang Bandung. Ia berharap agar tempat ini bisa segera menemukan pengelola yang pasti dan profesional. Kendati demikian, Andri memberikan catatan kritis sekaligus titipan pesan yang mendalam bagi siapa pun pengelola barunya nanti.
“Saya meminta dengan sangat, pertahankan para karyawan lama. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana dedikasi dan jiwa pengabdian mereka terhadap tempat ini,” tegas Andri.
Menurutnya, para pekerja tetap menunjukkan kinerja yang luar biasa meski sempat terkatung-katung akibat masalah operasional dan tunggakan BPJS. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung membayar gaji mereka sesuai standar UMK sebesar Rp4,7 juta. Padahal, saat kebun binatang masih beroperasi normal, pendapatan mereka berada di atas angka tersebut.
“Walaupun pendapatan mereka menurun, kinerja mereka sama sekali tidak berkurang. Terbukti, satwa-satwa di sini tetap terurus dengan sangat baik dan lingkungan sekitar pun terjaga bersih. Mereka tidak sekadar bekerja mencari uang, tetapi sudah mendedikasikan hidupnya untuk kebun binatang ini. Jadi, siapapun pengelolanya nanti, silakan ganti bajunya, silakan ganti name tag-nya, tapi tetap gunakan karyawan yang ada,” tutup Andri dengan tajam.***
