SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai babak baru transformasi pendidikan di Kabupaten Sumedang. Melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII, pemerintah menggelar Kick Off dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Maung (Manusia Unggulan) Tahun Ajaran 2026/2027 di Graha Adinira SMAN 1 Sumedang, Senin (18/05/2026).
Langkah strategis ini menandai perubahan status SMAN 1 Sumedang yang kini menyandang predikat sebagai Sekolah Maung. Perubahan ini membawa dampak signifikan pada skema penerimaan siswa baru yang kini jauh lebih kompetitif dan selektif.
Fokus pada Jalur Prestasi: Akademik dan Nonakademik
Kepala KCD Pendidikan Wilayah VIII Jawa Barat, Santy Kurnia Dewi, menegaskan bahwa status “Sekolah Manusia Unggul” menuntut standar tinggi dalam penjaringan siswa. Oleh karena itu, pihaknya menutup jalur umum dan memfokuskan seluruh proses seleksi pada jalur prestasi.
“Karena SMAN 1 Sumedang sudah ditetapkan sebagai sekolah manusia unggul, maka proses SPMB hanya kami laksanakan melalui jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik,” tegas Santy.
Meski memprediksi persaingan bakal sengit, Santy tetap meniupkan angin segar yang memotivasi para calon pendaftar. Beliau menjelaskan bahwa sistem ini tetap inklusif. Jika calon peserta didik belum berhasil lolos di sekolah Maung, mereka tetap memiliki kesempatan penuh untuk mengikuti seleksi di sekolah umum lainnya.

Jadwal Penting dan Kuota Pendaftaran
Orang tua dan siswa yang mengincar kursi di sekolah elit ini harus mencatat detail kuota dan jadwal penting berikut ini:
- Kuota: 12 Rombongan Belajar (Rombel).
- Kapasitas: 32 Siswa per Rombel (Total 384 Kursi).
- Masa Pendaftaran: 25 – 29 Mei 2026.
- Sosialisasi Internal: 20 – 24 Mei 2026.
Santy berharap melalui sistem yang terintegrasi ini, masyarakat Sumedang mendapatkan layanan pendidikan terbaik yang transparan dan akuntabel.
Kesiapan SMAN 1 Sumedang Menyambut Siswa Unggul
Senada dengan kebijakan tersebut, Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) SMAN 1 Sumedang, Taryat Sudrajat, menyatakan kesiapan penuh sekolah dalam mengemban amanah baru ini. Pihak sekolah mengapresiasi tinggi kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menunjuk mereka sebagai pionir Sekolah Maung.
“Kami siap menjalankan seluruh mekanisme dan aturan main yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan. Dalam waktu dekat, kami akan menggencarkan sosialisasi ke SMP dan MTs sederajat agar informasi ini tersampaikan dengan akurat,” ujar Taryat.
Kegiatan kick off ini turut mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda. Kehadiran perwakilan dari Polres, Kodim 0610, Kejaksaan Negeri, hingga Kementerian Agama Sumedang menunjukkan bahwa transformasi SMAN 1 Sumedang menjadi sekolah unggulan merupakan proyek prioritas lintas sektoral demi mencetak generasi emas Jawa Barat.***













