SUMEDANG, Wplus62.com – Disnakertrans Kabupaten Sumedang membuka seleksi ketat bagi calon tenaga kerja Jepang tahun 2026 sebagai langkah nyata menggebrak angka pengangguran daerah. Sebanyak 200 pemuda Sumedang memadati Makodim 0610/Sumedang pada Rabu (13/05/2026) demi memperebutkan tiket berkarir di Negeri Sakura.
Persaingan Ketat Menuju Kuota Terbatas
Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Disnakertrans Sumedang, Eka Mutia Hermawati Gadayanti, menegaskan bahwa proses seleksi ini berlangsung sangat kompetitif. Dari total 200 pendaftar, sebanyak 30 peserta langsung gugur pada tahap kesamaptaan dan pemeriksaan awal.
“Kami hanya akan memilih 60 orang terbaik dari total pendaftar. Peserta yang lolos nantinya wajib mengikuti pelatihan intensif selama empat bulan di LPK mitra sebelum akhirnya terbang untuk bekerja di Jepang,” ujar Eka dengan tegas.
Tahapan Seleksi: Standar Fisik dan Akademik Tinggi
Untuk menjamin kualitas tenaga kerja, Disnakertrans menggandeng Kodim 0610/Sumedang dalam menguji ketahanan fisik para peserta. Tidak hanya mengandalkan otot, peserta juga harus melewati rangkaian tes yang komprehensif selama dua hari, meliputi:
- Hari Pertama: Tes kesamaptaan dan psikotes untuk mengukur mentalitas.
- Hari Kedua: Tes fisik lanjutan serta ujian akademik yang mencakup matematika dasar dan kemampuan awal bahasa Jepang.
Eka menjelaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam proses penyaringan. Beberapa faktor utama yang menggugurkan peserta di tahap awal antara lain kondisi buta warna, kepemilikan tato, serta ketidaksiapan fisik lainnya.
“Tim kesehatan dari Polkes juga bersiaga penuh. Sebelum berlari, kami mengecek tekanan darah peserta untuk memastikan keamanan dan kesiapan mereka,” tambahnya.

Sinergi dengan LPK Profesional
Disnakertrans menjalin kolaborasi strategis dengan empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) kredibel untuk menyukseskan program ini, yakni:
- LPK Mirai
- LPK Matahari Perdana
- LPK MGP
- LPK Fuji
Pihak LPK mengendalikan seluruh proses kelulusan dengan merujuk pada standar operasional ketat yang berlaku di Jepang.
Solusi Pengangguran di Sumedang
Pemerintah daerah mengkhususkan program ini bagi warga Sumedang berusia 18 hingga 27 tahun sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran. Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa kesempatan berkarir di luar negeri masih menjadi primadona.
Eka berharap program ini terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah. “Ini adalah upaya nyata kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan bekerja di luar negeri, mereka tidak hanya membawa pulang penghasilan, tetapi juga pengalaman dan etos kerja internasional,” pungkasnya.***













